Minggu, 19 Juli 2026

Wali Pembuat Kipas! Inilah 2 Aspek Kehidupan Sunan Ampel Saat Berdakwah, Kipas Ajaib Bikin Hempas Penyakit?

Photo Author
Erik Kusmiati, Sketsa Nusantara
- Minggu, 30 Juni 2024 | 06:00 WIB
Sunan Ampel sebagai sesepuh para wali yang memiliki metode dakwah dengan kipas.  (Pixabay/Sprinter_Lucio)
Sunan Ampel sebagai sesepuh para wali yang memiliki metode dakwah dengan kipas. (Pixabay/Sprinter_Lucio)

Pola dakwah ini berarti membangun dialog antara ajaran-ajaran agama Islam yang dibawa oleh para wali dengan budaya lama yang dianut oleh masyarakat Jawa saat itu.

Pola inilah yang sebenarnya menjadikan dakwah Walisongo berbeda dari pola dakwah yang bermakna mengajak.

Baca Juga: Misteri Lokasi Bangunan Asli Keraton Demak yang Hilang Tanpa Jejak, Dibumihanguskan Penjajah Belanda?

Dalam konteks kekinian pola dakwah seperti ini disebut dengan menunjukkan, tidak terkesan menggurui.

Artinya adalah para wali memposisikan diri mereka bukan sebagai figur yang berada di tempat yang tinggi dimana masyarakat tidak bisa menjangkau ajaran-ajaran mereka.

Namun dakwah Islam yang dilakukan oleh Walisongo didasarkan pada pola pengelolaan dan pengembangan budaya masyarakat dengan dengan memasukkan nilai-nilai universal, kearifan lokal dan ajaran Islam rahmatal lilalamin.

Baca Juga: Ki Merbot Jaruman Wali Songo Paling Akhir, Tak Mempan Dipanggang, Miliki 4 Istri, Mampu Hadirkan Uang dalam Sekejap

Ada hal unik yang dilakukan oleh Sunan Ampel pada awal dia memulai dakwahnya, saat itu dia membuat kerajinan berbentuk kipas dengan bahan yang digunakan adalah akar-akar tumbuhan dan anyaman rotan.

Kipas yang dibuat bukanlah kipas biasa kipas, selain sebagai alat yang menyejukkan suhu badan juga berfungsi sebagai obat demam dan batuk.

Selanjutnya dia membagikan kipas-kipas tersebut secara gratis kepada masyarakat sekitar, hanya saja untuk mendapatkan kipas tersebut ada mahar yang harus ditembus oleh orang yang menginginkannya, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Baca Juga: Gayatri Rajapatni, Si Bungsu Terkasih Putri Raja Kertanegara, Simbol Kekuatan Krusial Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit

Bermula dari sebuah langgar kecil, dakwah Islam yang dilakukan oleh Sunan Ampel berkembang pesat yang pada akhirnya Sunan Ampel membangun sebuah pondok pesantren.

Pesantren yang dibangunnya menjadi sentral pendidikan Islam yang sangat berpengaruh di wilayah nusantara bahkan mancanegara, di abad ke-15 dari pesantren inilah muncul ulama-ulama yang kemudian meneruskan perjuangan dakwah Sunan Ampel.

2. Sunan Ampel dan Kehidupan Sosial

Sebelum kehadiran Wali Songo sosiokultural masyarakat Jawa dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Budha yang sangat kuat dalam masyarakat.

Baca Juga: Siapa Bilang Peradaban Jawa Menindas Perempuan?! Ternyata ada 8 Ratu yang Pernah Menjadi Penguasa di Tanah Jawa

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: Buku Sunan Ampel Biografi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X