SketsaNusantara.id - Beberapa tahun terakhir, geliat industri perfilman kian menunjukkan tajinya.
Terbukti dengan banyak bermunculan film-film produksi anak negeri yang mencuri perhatian pecinta film di Indonesia.
Beragam genre pun dihadirkan, tak hanya horor, namun juga komedi, aksi, drama, petualangan, hingga fantasi merajai bioskop-bioskop di Indonesia.
Baca Juga: Kena Prank Mertua, Kisah Ki Ageng Mangir, Keturunan Raja Majapahit yang Dibunuh Saudarai Sendiri
Film-film terbaik juga tak bisa lepas dari fasilitas pendukung lainnya. Studio film salah satunya yang menjadi sarana penunjang proses pengambilan gambar atau syuting.
Biasanya, studio film ini memang dibuat khusus untuk proses produksi yang dibangun dengan menyesuaikan latar syuting film.
Tak jarang, studio film mengalami bongkar pasang untuk menghasilkan gambar yang lebih nyata.
Menariknya setelah proses syuting selesai, studio film ini tak jarang berubah fungsinya menjadi destinasi wisata baru.
Di bawah ini SketsaNusantara.id jabarkan, studio film di Indonesia yang bisa menjadi destinasi wisata, dikutip dari laman Kemenparekraf.
Baca Juga: Spot Taman Piknik Bisa Bawa Makanan dari Luar di Bali: View dan Direct Acces ke Sungai
1. Studio Alam Gamplong
Studio film ini lokasinya berada di di Dusun Gamplong 1, Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Studio Alam Gamplong menjadi lokasi syuting film-film berlatar jadul.
Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta (2018); Bumi Manusia (2019); hingga Habibie Ainun 3 (2019) pernah menjadikan Studio Alam Gamplong sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar.
Artikel Terkait
Dibangun Wali Songo, Masjid Sang Cipta Rasa di Cirebon Jadi Tempat Sunan Kudus Bunuh Guru Sunan Kalijaga, Kenapa?
Dicap Anak Durhaka, Benarkah Raja Kerajaan Demak, Raden Patah, yang Menyerang Majapahit, Kerajaan Ayahnya?
Cafe Baru Punya Puding Enak dan Menu Mulai 10 Ribuan di Banyuwangi, Dijamin Betah Nongkrong Lama
Meski Menganut Paham Liberal Namun Memegang Teguh Ideologi Law of Jathe, Denmark yang Anti Korupsi Menjelma Menjadi Negara Terbahagia di Dunia
Jalan dengan 9 Belokan Jadi Akses dari Sumatera Barat ke Riau, Ada Sejak Hindia Belanda 1908-1814