Kamis, 4 Juni 2026

Kena Prank Mertua, Kisah Ki Ageng Mangir, Keturunan Raja Majapahit yang Dibunuh Saudara Sendiri

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 29 Juni 2024 | 15:30 WIB
Ilustrasi Ki Ageng Mangir, keturunan Brawijaya V yang dibunuh Raja Mataram Islam (Freepik)
Ilustrasi Ki Ageng Mangir, keturunan Brawijaya V yang dibunuh Raja Mataram Islam (Freepik)

 

SketsaNusantara.id - Tidak semua menantu memiliki mertua yang baik dan menyayangi dirinya.

Hal itu yang dialami Ki Ageng Mangir, seorang penguasa di Mangir, wilayah perdikan yang tak jauh dari Kotagede, Yogyakarta.

Akibat ulah mertuanya, nyawanya Ki Ageng Mangir melayang di tangan saudara sedarahnya.

Baca Juga: Dicap Anak Durhaka, Benarkah Raja Kerajaan Demak, Raden Patah, yang Menyerang Majapahit, Kerajaan Ayahnya?

Mertua Ki Ageng Mangir sendiri tak lain adalah Panembahan Senopati, raja pertama Kerajaan Mataram Islam.

Hubungan rumit antara Panembahan Senopati dan Ki Ageng Mangir membuat nama keduanya dikenang sebagai tokoh yang berpengaruh besar dalam kerajaan Mataram Islam.

Ki Ageng Mangir adalah julukan bagi Wonoboyo III, cucu dari Ki Ageng Wanabaya sebagaimana dikutip dari buku Huru-Hara Majapahit dan Berdirinya Kerajaan Islam di Jawa karya Muhlis Abdullah, 

Baca Juga: Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?

Sebagai keturunan Majapahit dan memiliki wilayah perdikan, Ki Ageng Mangir enggan tunduk pada kekuasaan Mataram Islam.

Hingga akhirnya Panembahan Senopati menggunakan sang anak, Raden Ajeng Pembayun untuk memikat hati Ki Ageng Sangir.

Kecantikan Raden Ajeng Pembayun menarik hati Ki Ageng Mangir yang tak tahu bahwa wanita yang disukainya merupakan anak dari Panembahan Senopati.

Baca Juga: Bucin Parah! Raja Mataram Ini Nekat Rebut Istri Orang Hingga Lupa Pekerjaan, Kisah Tragis Selir Amangkurat I

Setelah keduanya menikah, dengan terpaksa Ki Ageng Mangir menghadap Panembahan Senopati untuk meminta restu.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Huru Hara Majapahit dan Berdirinya Kerajaan Islam di Jawa, M

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X