Minggu, 19 Juli 2026

Membongkar Kisah Megah Gedung Djoeang di Balik Sejarah Kota Solo yang Fungsinya Selalu Berubah-ubah

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Selasa, 25 Juni 2024 | 21:30 WIB
Sejarah Gedung Djoeang di Kota Solo. Sumber foto: Instagram/ Gedung Djoeang 45 Solo
Sejarah Gedung Djoeang di Kota Solo. Sumber foto: Instagram/ Gedung Djoeang 45 Solo

Semakin berjalannya waktu, keberadaannya mulai terancam oleh modernisasi dan perkembangan perkotaan.

Untuk itu, Kementerian Pertahanan dan PT Andalan Solo Baru memutuskan untuk mendaftarkan Gedung Djoeang sebagai bangunan cagar budaya.

Langkah ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan terjaga untuk generasi mendatang.

Sejak dibuka sebagai destinasi wisata pada tanggal 20 September 2019, Gedung Djoeang telah menjadi daya tarik bagi pengunjung dari berbagai belahan dunia.

Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya.

Baca Juga: Ternyata Bukan Bukit Biasa! Mengungkap Misteri dan Jejak Peradaban Tertua di Cianjur: Situs Gunung Padang

Akan tetapi, juga untuk merasakan atmosfer yang menggetarkan jiwa dari tempat yang menyimpan begitu banyak cerita heroik.

Tidak mengherankan jika Gedung Djoeang '45 telah menjadi salah satu spot selfie yang paling dicari di Kota Solo.

Pengunjung tidak hanya berusaha untuk mengabadikan momen di depan bangunan bersejarah ini.

Akan tetapi, juga untuk merayakan semangat kebangsaan dan kebanggaan lokal yang tercermin dalam setiap sudutnya.

Gedung Djoeang '45 tidak hanya sebuah bangunan bersejarah, tetapi juga sebuah simbol kemerdekaan, kebangkitan dan ketahanan.

Dengan melihat kembali perjalanan panjangnya, gedung ini mengingatkan kita akan pentingnya memahami masa lalu untuk memetakan masa depan yang lebih baik.

Sebagai salah satu peninggalan budaya yang paling berharga, Gedung Djoeang tetap menjadi saksi bisu dan inspirasi bagi generasi muda.

Sebaiknya, kita terus menghargai dan merawat warisan yang telah ditinggalkan oleh para pendahulu kita.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X