Minggu, 19 Juli 2026

Kuasai 20 Persen Dunia, Tak Disangka Keberingasan Pasukan Mongol Ternyata Takluk dan Dipermalukan oleh Raja Jawa Ini

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 24 Juni 2024 | 16:00 WIB
Mongolia vs Pasukan Raden Wijaya  (Endang Hartatik )
Mongolia vs Pasukan Raden Wijaya (Endang Hartatik )

Namun, empat kali pula Raja Singhasari yakni Raja Kertanegara menolak tunduk karena ia juga merasa bahwa Singhasari merupakan kerajaan besar di Jawa yang menguasai jalur perdagangan.

Dalam catatan sejarah, pada tahun 1289 utusan keempat datang ke Jawa dan disambut dengan kemarahan oleh Kertanegara dengan merusak wajah duta besar Mongol dengan memotong telinganya.

Baca Juga: Thariq Halilintar Lamar Aaliyah Masaid, Netizen Soroti Kehadiran Keluarga Gen Halilintar: Aurel Iri Gak Ya...

Apa yang dilakukan oleh Kertanegara merupakan simbol bahwa ia tak takut sedikitpun pada ancaman Kubilai Khan yang terus mengirimkan utusan agar ia tunduk padanya.

Seusai memotong telinga utusan Kubilai Khan dan menyobek surat Kubilai Khan maka dengan pongahnya Kertanegara mengatakan agar utusan tersebut menyampaikan pesannya bahwa ia dan prajurit-prajurit Singhasari bagaikan gunung karang yang sanggup menahan angin topan sedahsyat apapun.

Baca Juga: Klarifikasi Panitia Lentera Festival Tangerang, Uang Konser Dibawa Kabur Oknum, Penyebab Guyon Waton Batal Tampil?

Invasi Mongol ke Jawa 

Tiga tahun setelah utusan ke empat kembali ke Mongol dengan membawa kabar memalukan, dan wajah rusak serta telinga dipotong, Kubilai Khan murka dan tak tinggal diam lagi.

Pasukan Mongol datang dengan 20.000 tentara dan 1000 kapal perang yang dipimpin oleh tiga orang perwira untuk menaklukkan Singhasari.

Namun ada satu hal yang tak diketahui oleh Mongol bahwa pada saat tiga tahun ia menyiapkan armada perang, Singhasari rupanya sudah runtuh akibat pemberontakan Jayakatwang .

Dimana Kertanegara kemudian wafat dan Raden Wijaya menantunya sudah kabur mencari perlindungan ke Madura. Sehingga kini yang menguasai Singhasari adalah Jayakatwang.

Namun, pasukan Mongol tak mengetahui hal itu sehingga mereka yang sedang berangkat ke Jawa saat itu yakin bahwa mereka akan menyerang Singhasari.

Dan rupanya hal itu dimanfaatkan oleh Adipati Madura yakni Wiraraja yang memiliki kedekatan dengan Mongol.

Wiraraja mengarang cerita agar Mongol yakin bahwa yang akan mereka serang saat itu adalah Singhasari dan rajanya yang telah mempermalukan Mongol dengan raja Kertanegara, raja yang telah memotong telinga utusannya.

Meski sebenarnya Singhasari sudah runtuh dan yang berkuasa saat itu adalah Jayakatwang, bukan Kertanegara lagi.

Halaman:

Editor: Agus Rangga Mahardika

Sumber: Youtube

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X