Teori ini menyebutkan bahwa suku Kajang berasal dari keturunan seorang Datuk Luwu bernama Datuk Manila.
Dalam perjalanannya, Datuk Manila berlayar ke ujung selatan Sulawesi dengan menggunakan kapal berlayar hitam, yang disebut "Kajang".
Setelah tiba di Bulukumba, Datuk Manila dan pengikutnya menetap di hutan dan membentuk komunitas yang kemudian dikenal sebagai suku Kajang.
3. Teori Ketiga: Tomanurung dari Langit
Teori ini lebih mitologis, menyatakan bahwa pemimpin pertama suku Kajang adalah seorang tomanurung yang turun dari langit dengan mengendarai burung bernama Koajang.
Tomanurung ini tinggal di pedalaman hutan bersama pasangannya dan membentuk peradaban suku Kajang.
4. Teori Keempat: Penduduk Asli
Teori ini paling sederhana, menyatakan bahwa suku Kajang memang sejak awal sudah berada di wilayah tersebut dan tidak berasal dari daerah lain.
Mereka membentuk komunitas dan tidak berinteraksi dengan dunia luar, layaknya suku-suku pedalaman lainnya.
Meskipun ada berbagai teori, teori pertama tentang keturunan Raja Gowa tampaknya paling masuk akal meskipun memiliki unsur mitologis.
Suku Kajang kini menjadi ikon Bulukumba, meskipun mereka mengisolasi diri dari peradaban luar, namun tetap menerima kunjungan dari orang asing.
Banyak anggota suku Kajang yang telah beradaptasi dengan zaman dan menetap di daerah lain.
Artikel Terkait
Healing Yuk ke Wisata Sumber Tancak di Malang Rasakan Air Sumber yang Jernih dengan Suasana Sejuk Pol!
Masuk Nominasi 50 Besar ADWI 2022, Desa Ini Miliki Pesona Kampung Warna-Warni dan Terletak di Tepian Danau Toba
7 Rekomendasi Restoran Paling Hits di Bekasi 2024, Ada Samedja Resto yang Jadi Tempat Kulineran Bareng Keluarga
Cuman Ada 7 Rumah Adat Mbaru Niang! Inilah Keunikan Desa Wae Rebo yang Ada di Nusa Tenggara Timur
Cafe Healingable di Kota Malang, Usung Konsep Joglo, Alam dan Pedesaan yang Hadir di Tengah Kota
Cafe Pet Friendly Penuh Ribuan Boneka dari Berbagai Negara di Kota Malang: Jangan Berpikir Seram