Kuliner sate lilit memiliki filosofi tersembunyi yaitu makanan ini sering muncul sebagai sesaji dalam upacara adat di Bali.
Filosofi sate lilit bisa kita ambil dari adonannya yang terdiri dari daging dan bumbu di dalamnya melambangkan masyarakat Bali dari berbagai unsur dan golongan. Sedangkan tusuk sate lilit melambangkan pemersatunya.
Kesimpulannya adalah makanan ini melambangkan masyarakat Bali yang bersatu dan tidak akan cerai berai walaupun terdiri dari berbagai unsur dan golongan.
Selain itu, kuliner ini juga merupakan lambing dari kejantanan dan kekuatan seorang pria di Bali. Jika seorang pria tak dapat membuat sate lilit maka ia tidak jantan.***
Artikel Terkait
6 Kontroversi Asal-usul Syekh Siti Jenar dari Babad Demak hingga Naskah Wangsakertan: Benarkah Keturunan Nabi Muhammad?
5 Rekomendasi Wisata Air Terjun di Subang, Datang ke Curug Cijalu dan Nikmati Keindahannya
7 Rekomendasi Wisata di Purwokerto, Coba Keseruan Liburan ala Eropa dan Menikmati Indahnya Merak di The Village
Ulama Palestina Jadi Pelatih Tentara Majapahit, Pakai Baju Perang Pusaka Milik Sunan Kalijaga
Kisah Walisongo! Inilah 2 Perjuangan Maulana Malik Ibrahim dalam Dakwahnya, Sebagai Wali Pertama di Pulau Jawa