Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner tidak hanya soal rasa, tetapi juga memiliki nilai emosional yang kuat. Bagi sebagian orang, Ayam Pedas Rantinem menjadi simbol nostalgia dan pengingat kampung halaman.
Dengan sejarah panjang, metode memasak tradisional, serta cita rasa yang khas, Ayam Pedas Rantinem terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu kuliner legendaris di Banyuwangi. Bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah yang dikenal sebagai “Sunrise of Java” ini, mencicipi hidangan tersebut menjadi pengalaman yang tidak boleh dilewatkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kampoeng Bathok Santan Yogyakarta: Surga Kerajinan Tempurung Kelapa dan Wisata Kuliner Wader Goreng yang Menggoda
3 Ide Konten Media Sosial yang Cocok Selama Bulan Ramadhan 2026, Kuliner Jadi yang Utama?
Soto Kerbau Jember, Lebih dari Sekadar Kuliner, Ada Jejak Toleransi dalam Tiap Mangkuknya
Tradisi Malam Slawe dan Kupat Ketheg, Kuliner Khas Gresik yang Melekat dengan Jejak Dakwah Sunan Giri
Kilas Balik Perjuangan Aldi Taher saat Terjun ke Dunia Kuliner, Sebelum Viral Bisnis Burger Rupanya Pernah Gagal Jualan Mie Ayam