Minggu, 19 Juli 2026

Kisah Gunung Tidar Magelang, Pusat Pulau Jawa dan Pertarungan Syekh Subakir dengan Kiai Semar yang Melegenda

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 Februari 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi, mitologi di balik Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah. (Pexels/Rahmatun Berlian Tanjung)
Ilustrasi, mitologi di balik Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah. (Pexels/Rahmatun Berlian Tanjung)

Syekh Bakir kemudian bertapa selama empat puluh hari. Dalam semedinya, ia berhadapan langsung dengan Kiai Semar. Sang penguasa gunung mempertanyakan maksud kedatangannya.

“Hei, Ki Sanak, berani benar kau berada di wilayah kekuasaanku tanpa permisi. Siapakah engkau dan apa maumu berada di wilayah ini,” kata Kiai Semar.

Syekh Bakir menjawab dengan tenang dan penuh keyakinan. “Duh penguasa wilayah Tidar, ketahuilah olehmu bahwa namaku Syekh Bakir, asalku dari negeri Turki nun jauh di sana. Adapun kedatanganku kemari untuk membuka tempat dan aku akan tinggal di sini bersama saudara dan sahabatku,” ujarnya.

Ancaman terus dilontarkan hingga Syekh Bakir memilih kembali ke negerinya. Ia membawa tombak sakti bernama Kiai Panjang. Pusaka tersebut dipersiapkan sebagai penolak bala.

Sekembalinya ke Tidar, para pengikutnya ditempatkan di wilayah timur. Kawasan itu kini dikenal sebagai Desa Trunan. Syekh Bakir lalu naik ke puncak gunung untuk bersemedi.

Tombak Kiai Panjang ditancapkan tepat di puncak Gunung Tidar. Panas yang terpancar diyakini membuat Kiai Semar dan pasukannya lari tunggang langgang. Mereka menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Gunung Merapi.

Sejak saat itu, Gunung Tidar dipercaya aman dari gangguan makhluk halus. Tombak pusaka tersebut kini dimakamkan di puncak gunung. Lokasinya dikenal sebagai Makam Tombak Kiai Panjang.

Gunung Tidar kemudian berkembang menjadi kawasan pemukiman. Kisah ini terus diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Hingga kini, Gunung Tidar tetap menjadi simbol keseimbangan dan kekuatan spiritual Jawa.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Hikayat Bumi Jawa, Surya Media Utama (2015)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X