Kamis, 4 Juni 2026

Wisata Kuliner Desa Kalakijo Bantul: Jejak Ingkung Ayam Tradisional yang Menggerakkan Ekonomi Warga

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 Februari 2026 | 22:00 WIB
Cita rasa ingkung ayam dari Bantul, Yogyakarta. (Jogjaprov.go.id)
Cita rasa ingkung ayam dari Bantul, Yogyakarta. (Jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Desa-desa wisata di Yogyakarta terus menghadirkan terobosan baru untuk menarik minat pelancong.

Setiap desa memiliki keunggulan yang dirancang sebagai daya tarik utama. Inovasi tersebut lahir dari potensi lokal yang dikelola secara berkelanjutan.

Wisata alam, edukasi, hingga kerajinan tangan menjadi pilihan pengembangan yang banyak ditemui.

Baca Juga: Pesona Desa Wisata Nglinggo Kulon Progo, Perpaduan Alam Asri, Budaya Lokal, dan Wisata Edukatif yang Bikin Betah

Di sisi lain, kuliner juga tampil sebagai magnet yang kuat. Salah satu desa yang menonjol lewat kekuatan rasa adalah Desa Wisata Kalakijo.

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, Desa Wisata Kalakijo terletak di wilayah Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul.

Lokasinya dapat dijangkau melalui Jalan Bantul menuju arah barat. Dari perempatan Masjid Agung Manunggal, pengunjung mengikuti jalur hingga mendekati LP Pajangan.

Baca Juga: Diguyur Hujan Lebat, Desa Mayangan Jember Terendam Banjir hingga 60 CM, PMI Kerahkan Relawan dan Petakan Kebutuhan Warga

Kalakijo sejak lama dikenal sebagai sentra kuliner ingkung ayam di Bantul. Masakan khas ini menjadi identitas desa sekaligus penggerak ekonomi warga. Promosi dilakukan secara konsisten dengan semangat kebersamaan.

Slogan Gotong Royong Majukan Desa Wisata menjadi landasan pengembangan kuliner tersebut. Warga bergandengan tangan mengolah potensi lokal menjadi sajian bernilai ekonomi. Ingkung kuali dipilih sebagai ikon karena memiliki akar tradisi yang kuat.

Masakan ini sejatinya telah dikenal sejak masa leluhur. Dahulu, ingkung kuali hanya dimasak saat hajatan atau acara adat tertentu. Kini, sajian tersebut dapat dinikmati setiap hari oleh masyarakat dan wisatawan.

Perubahan fungsi tersebut mendorong munculnya banyak warung kuliner di Kalakijo. Hingga sekarang, terdapat belasan warung ingkung yang aktif beroperasi. Pengelolaannya dilakukan secara personal maupun melalui lembaga desa.

Ingkung ayam dimasak menggunakan bumbu areh yang kaya rempah. Ayam disajikan utuh bersama nasi hangat, sambal, dan lalapan segar. Proses pengolahan tradisional membuat aroma dan cita rasanya semakin khas.

Penggunaan kuali tanah liat dan tungku tradisional turut memberi sentuhan unik. Teknik memasak tersebut dipercaya menjaga karakter rasa. Hasilnya, tekstur daging terasa empuk dan bumbunya meresap sempurna.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X