Riwayat Api Abadi Mrapen terus berlanjut hingga masa modern. Api ini beberapa kali digunakan untuk menyalakan obor berbagai agenda nasional dan internasional. Salah satu peristiwa penting terjadi pada 1 November 1963, saat api Mrapen digunakan untuk menyalakan obor Ganefo.
Pada ajang tersebut, sekitar 2.700 atlet dari 51 negara hadir dan bertanding. Api Mrapen juga dipakai untuk obor Pekan Olahraga Nasional XVII pada 23 Agustus 1966. Selain itu, nyala api ini rutin digunakan dalam perayaan Hari Waisak di Jawa Tengah.
Dalam perjalanan sejarahnya, api abadi ini sempat mengecil pada tahun 1966. Kondisi tersebut berhasil diatasi setelah petugas menemukan sumber gas baru. Sejak saat itu, nyala api kembali stabil dan terus dijaga hingga sekarang.
Asal-usul Api Abadi Mrapen
Asal-usul Api Abadi Mrapen juga dikaitkan dengan berdirinya Kerajaan Demak. Sunan Kalijaga kala itu ditugaskan membawa pusaka Majapahit ke Demak. Dalam perjalanan, rombongan berhenti di Manggarmas karena kelelahan dan kekurangan air.
Di tempat inilah peristiwa tongkat dan kemunculan api dipercaya terjadi. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Demak. Sejumlah pusaka kemudian diketahui tertinggal, termasuk sebuah ompak yang dikenal sebagai Watu Bobot.
Watu Bobot dipercaya memiliki nilai spiritual dan sejarah tinggi. Batu ini kemudian digunakan oleh Jaka Supa atau Empu Supa saat membuat keris pusaka atas perintah Sunan Kalijaga. Keris tersebut diberi nama Kiai Songlat atau Kiai Selamet.
Proses pembuatan keris dilakukan menggunakan Api Abadi Mrapen sebagai sumber panas. Air Sendang Dudo dipakai untuk proses penyepuhan. Hingga kini, air sendang itu dipercaya memiliki khasiat tertentu oleh masyarakat.
Api Abadi Mrapen terus dijaga sebagai warisan sejarah dan spiritual. Keberadaannya menjadi pengingat hubungan antara alam, keimanan, dan perjalanan panjang dakwah di tanah Jawa. Hingga kini, nyala api itu tetap menjadi simbol yang tak terpisahkan dari kisah Sunan Kalijaga.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Pangeran Diponegoro Pernah Ketemu Sunan Kalijaga? Ada Ramalan Mencengangkan yang Diucapkan Anggota Wali Songo
5 Fakta Dakwah Islam Sunan Kalijaga yang Ternyata Sangat Cerdik dan Tanpa Kekerasan
Arti Tembang Dolanan Anak Sluku-Sluku Bathok, Warisan Sunan Kalijaga yang Mengajarkan Keseimbangan antara Ibadah dan Mencari Penghidupan
Sindiran Pedas Pengacara Sunan Kalijaga Saat Eks Menantu, Taqy Malik Terseret Kasus Sengketa Tanah di Bogor dan Tudingan Penggalangan Dana
Gandeng UIN Sunan Kalijaga, UIN KHAS Jember Studi Tiru Demi Kembangkan Standar Akademik dan Kualitas Kelembagaan