Ketidakfasihan pelafalan bahasa Arab disebut memengaruhi penyebutan Kalijaga. “Masyarakat Jawa belum fasih melafadzkan kata “Qadhi Joko” sehingga yang muncul adalah “Kalijogo” (Kalijaga).” Penjelasan ini sering dikutip dalam literatur.
3. Sunan Bonang
Alasan ketiga berasal dari kisah pertemuan Raden Said dengan Sunan Bonang. Dalam cerita tersebut, Raden Said diminta menjaga tongkat di tepi sungai. Tugas itu dijalani selama bertahun-tahun.
Peristiwa menjaga tongkat di pinggir kali kemudian dikenal luas. Sebutan Jogo Kali melekat pada diri Raden Said. Dari sebutan itulah nama Kalijaga berkembang.
Kisah tersebut hidup dalam tradisi tutur masyarakat Jawa. Cerita ini kerap disampaikan dalam pengajian dan tembang. Makna kesabaran dan laku spiritual sering dikaitkan dengan kisah itu.
Sematan “Jogo Kali” menjadi populer di masyarakat Jawa untuk Raden Said. Hal itu menggambarkan awal penggunaan nama Kalijaga. Penyebutan itu kemudian dikenal luas hingga sekarang.
Ketiga alasan tersebut menunjukkan beragam lapisan sejarah dan budaya. Nama Kalijaga lahir dari persilangan tradisi lokal dan keagamaan. Hingga kini, ketiganya tetap hidup dalam ingatan masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sejarah Lebaran Ketupat yang Gak Asing Lagi Jadi Rangkaian Idul Fitri, Ternyata Tradisi Ini Dikenalkan oleh Sunan Kalijaga, Apa Tujuannya?
Mengapa Lebaran Idul Fitri Identik dengan Ketupat? Ternyata Ada Filosofi Ini hingga Dikaitkan dengan Sunan Kalijaga
Polemik Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Bikin Redup? Sunan Kalijaga Ungkap Status dr Oky Pratama dalam Kasus Sindikat Skincare
Bukan Sunan Bonang apalagi Sunan Kalijaga, Tembang Tombo Ati Ternyata Punya Asal-usul yang Lebih Baheula
Pangeran Diponegoro Pernah Ketemu Sunan Kalijaga? Ada Ramalan Mencengangkan yang Diucapkan Anggota Wali Songo