Kamis, 9 Juli 2026

Siapa Memberi Nama Sunan Kalijaga? Ada 3 Versi yang Dipercaya Masyarakat Jawa hingga Kini

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 18 Januari 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi asal-usul nama Sunan Kalijaga. (Pexels/Tomas Wells)
Ilustrasi asal-usul nama Sunan Kalijaga. (Pexels/Tomas Wells)

SketsaNusantara.id - Nama Sunan Kalijaga menjadi sebutan yang paling dikenal masyarakat Jawa.

Tokoh Walisongo ini memiliki pengaruh besar dalam sejarah Islam Nusantara. Namun, asal usul nama Kalijaga masih diperdebatkan hingga sekarang.

Dalam berbagai sumber, Sunan Kalijaga dikenal dengan banyak nama. Ia disebut Raden Said, Syaikh Malaya, Lokajaya, Pangeran Tuban, Abdurrahman, dan Kalijaga. Ragam nama tersebut muncul dari perjalanan hidup dan perannya.

Baca Juga: Benarkah Sunan Kalijaga Keturunan Cina? Inilah 3 Versi Asal-usulnya yang Jarang Dibahas, dari Keturunan Jawa, Arab, hingga Tiongkok dalam Sejarah Wali

Asal usul nama Kalijaga tidak merujuk pada satu sumber tunggal. Setidaknya terdapat tiga alasan yang berkembang di masyarakat, sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari buku Sunan Kalijaga & Mitos Masjid Agung Demak terbitan 2021.

1. Nama Desa di Cirebon

Alasan pertama mengaitkan nama Kalijaga dengan sebuah wilayah di Cirebon. Desa Kalijaga berada di Kecamatan Harjamukti. Masyarakat setempat mempercayai keterkaitan desa itu dengan Sunan Kalijaga.

Di desa tersebut terdapat petilasan yang dikaitkan dengan Sunan Kalijaga. Selain itu, masih berdiri masjid yang dianggap memiliki nilai sejarah. Lingkungan sekitar desa juga dikenal dengan keberadaan banyak monyet.

Baca Juga: Arti Tembang Dolanan Anak Sluku-Sluku Bathok, Warisan Sunan Kalijaga yang Mengajarkan Keseimbangan antara Ibadah dan Mencari Penghidupan

Keberadaan monyet di sekitar masjid dipercaya memiliki makna simbolik. Cerita mistik berkembang di tengah masyarakat Cirebon. Kisah tersebut terus diwariskan secara turun-temurun.

2. Istilah Arab

Alasan kedua menyebut nama Kalijaga berasal dari istilah Arab. Sebutan tersebut diyakini berasal dari kata Qadhi Joko. Sunan Kalijaga dikenal pernah berperan sebagai qadhi di Demak.

Dalam penyebutan masyarakat Jawa, istilah Arab sering mengalami penyesuaian. Qadhi Joko Said kemudian dilafalkan menjadi Kalijogo. Perubahan bunyi ini dianggap wajar dalam tradisi lisan Jawa.

Fenomena serupa juga terjadi pada istilah keagamaan lainnya. Beberapa kata Arab diucapkan dengan versi lokal. Pola tersebut dikenal luas dalam sejarah dakwah Jawa.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Sunan Kalijaga dan Mitos Masjid Agung Demak, Dr. Fairuz Sabi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X