Untuk mendukung daya tarik wisata, digelar kalender event tahunan. Salah satu tradisi budaya yang rutin dilaksanakan adalah upacara adat dan tradisi Apeman atau ruwahan.
Dalam tradisi tersebut, sejak pagi hingga siang digelar pembuatan apem secara massal. Kegiatan ini melibatkan warga dan menjadi bagian dari prosesi budaya. Menjelang sore, acara dilanjutkan dengan kirab budaya.
Setelah kirab, dilaksanakan kenduri bersama. Sajian berupa ketan, kolak, apem, dan nasi gurih disiapkan. Seluruh makanan kemudian dibagikan kepada warga dan tamu yang hadir.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur masyarakat. Kegiatan ini juga berkaitan dengan kesiapan warga menyambut bulan Ramadan. Seperti disebutkan dalam sumber, “Apeman” menjadi tradisi yang rutin dilaksanakan.
Prosesi budaya ini ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian acara dilakukan secara kolektif. Kampung Wisata Sosromenduran terus menjaga peran budaya dalam pengembangan pariwisata kota.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
5 Janji Manis Ridwan Kamil bagi Warga Jakarta dari Mobil Curhat untuk Konseling hingga Kampung Wisata Seharga Rp300 Ribu
5 Spot Wisata Sejarah di Jember, Ada Stasiun Peninggalan Belanda hingga Kampung Wisata
Jejak Prajurit Legendaris Kraton Yogyakarta yang Tak Terkalahkan dan Kini Jadi Nama Kampung Wisata, Punya Senjata Khas Trisula dan Klebet Hitam
Mengungkap Kampung Wisata Tahunan di Yogyakarta, Sentra Batik-Jumputan dan Karawitan Klasik yang Terhubung dengan Tokoh Besar dan Penelitian NASA
Alasan Kampung Wisata Prenggan Kotagede Punya 2 Versi Nama, dari Pangeran Mataram hingga Jejak Ahli Hias Keraton