9. Musik keroncong tempo dulu hadir sebagai daya tarik. Aliran ini menambah ragam pertunjukan seni. Generasi muda turut dilibatkan.
10. Kampung ini juga mengembangkan keroncong modern dan musik modern. Atraksi musik bersifat adaptif. Penampilan menyesuaikan kebutuhan acara.
11. Beragam kerajinan dikembangkan oleh warga kampung. Produk meliputi batik tulis, patung, dan bunga kering. Kerajinan berbahan alam juga tersedia.
12. Potensi kuliner khas Jawa turut menjadi daya tarik. Warga menyajikan aneka masakan tradisional. Kuliner mendukung pengalaman wisata.
13. Fasilitas pendukung wisata tersedia di sekitar kampung. Terdapat penginapan, homestay, dan rumah makan. Kios cinderamata dan transportasi turut mendukung.
Kampung Wisata Niti Gedongkiwo terus mengembangkan kalender budaya. Tradisi ruwahan diselenggarakan setiap tahun. Kelompok Bergodo Niti Manggala menjadi bagian atraksi budaya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
5 Janji Manis Ridwan Kamil bagi Warga Jakarta dari Mobil Curhat untuk Konseling hingga Kampung Wisata Seharga Rp300 Ribu
5 Spot Wisata Sejarah di Jember, Ada Stasiun Peninggalan Belanda hingga Kampung Wisata
Jejak Prajurit Legendaris Kraton Yogyakarta yang Tak Terkalahkan dan Kini Jadi Nama Kampung Wisata, Punya Senjata Khas Trisula dan Klebet Hitam
Mengungkap Kampung Wisata Tahunan di Yogyakarta, Sentra Batik-Jumputan dan Karawitan Klasik yang Terhubung dengan Tokoh Besar dan Penelitian NASA