Kamis, 4 Juni 2026

Alasan Kampung Wisata Prenggan Kotagede Punya 2 Versi Nama, dari Pangeran Mataram hingga Jejak Ahli Hias Keraton

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 14 Desember 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi Kampung Wisata di Yogyakarta. (Pexels/Rahul E)
Ilustrasi Kampung Wisata di Yogyakarta. (Pexels/Rahul E)

SketsaNusantara.id - Kampung Wisata Prenggan berada di Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta.

Wilayah ini masuk kawasan cagar budaya bersejarah. Jejaknya terkait erat dengan awal Mataram Islam.

Nama Prenggan memiliki lebih dari satu versi cerita. Versi-versi ini berkembang di tengah masyarakat. Kisahnya diwariskan lintas generasi.

Baca Juga: Mengungkap Kampung Wisata Tahunan di Yogyakarta, Sentra Batik-Jumputan dan Karawitan Klasik yang Terhubung dengan Tokoh Besar dan Penelitian NASA

Dilansir dari Kratonjogja.go.id, versi pertama menyebut nama Prenggan berasal dari Pangeran Pringgalaya. Ia merupakan putra Panembahan Senopati. Wilayah tinggalnya kemudian disebut Prenggan.

Versi lain mengaitkan Prenggan dengan istilah “direngga-rengga”. Istilah ini berarti dihias atau dibuat indah. Dahulu kawasan ini dihuni para ahli dekorasi keraton.

Kampung Wisata Prenggan memiliki potensi serupa dengan Purbayan. Daya tariknya bertumpu pada situs sejarah dan budaya Kotagede. Pola permukiman lama masih terlihat.

Baca Juga: Jejak Prajurit Legendaris Kraton Yogyakarta yang Tak Terkalahkan dan Kini Jadi Nama Kampung Wisata, Punya Senjata Khas Trisula dan Klebet Hitam

Kotagede dikenal sebagai kawasan bersejarah peninggalan Mataram Islam. Wilayah ini menjadi cikal bakal Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Kampung Prenggan menjadi bagian utuh kawasan tersebut.

Selain sejarah, Prenggan memiliki kerajinan tradisional. Warga memproduksi perak dan batik secara turun-temurun. Aktivitas ini menopang ekonomi lokal.

Kesenian tradisional juga berkembang di kampung ini. Terdapat kelompok gejog lesung, jathilan, dan karawitan. Kesenian tampil dalam berbagai kegiatan warga.

Kuliner tradisional menjadi identitas lain Prenggan. Kipo dibuat oleh warga setempat dengan resep lama. Makanan ini dikenal sebagai jajanan khas Kotagede.

Di kawasan ini juga terdapat Lapangan Karang. Lokasi tersebut dikenal sebagai sentra kuliner. Menu Sate Klathak menjadi daya tarik utama.

Untuk memperkuat wisata, digelar Festival Kipo setiap tahun. Kegiatan ini dikemas dalam kirab budaya. Rute kirab berakhir di Lapangan Karang.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kratonjogja.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X