Kamis, 4 Juni 2026

Benarkah Kerajaan Aceh Pernah Hampir Runtuh? Ada Pemberontakan hingga Bangkitnya Kembali Kekuasaan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 16 November 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi drama Kerajaan Aceh Darussalam. (Pexels/Piotr Arnoldes )
Ilustrasi drama Kerajaan Aceh Darussalam. (Pexels/Piotr Arnoldes )

Setelah Sultan Alauddin mangkat, muncul perubahan besar dalam tata kekuasaan Aceh. Penerusnya adalah salah satu putranya bernama Husein. Dua putra lainnya sebelumnya telah menduduki posisi sebagai Sultan Aru dan

Sultan Pariaman dengan gelar Sultan Ghari dan Sultan Mughal. Penunjukan Husein sebagai pengganti memunculkan kecemburuan. Sultan Barus juga menunjukkan ketidaksenangan yang sama. Ketegangan ini berkembang menjadi perlawanan terbuka.

Dalam pertempuran berikutnya, Sultan Husein gugur. Sultan Aru juga tewas, sementara Sultan Pariaman tetap hidup. Perpecahan internal ini melemahkan fondasi kekuasaan Aceh.

Banyak daerah yang semula berada dalam pengaruh Aceh memilih melepaskan diri. Lemahnya pengawasan serta meningkatnya intervensi Portugis semakin mempercepat kemunduran kerajaan pada periode penerus Alauddin.

Kondisi ini bertahan hingga munculnya Sultan Iskandar Muda. Pada masanya, kestabilan Aceh kembali pulih.

Ekspansi wilayah dan penguatan pengaruh politik kembali dilakukan sehingga wilayah taklukan Aceh bertambah luas. Pemulihan itu menjadikan Aceh sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Sumatera pada abad tersebut.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Kerajaan Islam Nusantara Abad XVI dan XVII (1995)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X