SketsaNusantara.id - Yogyakarta selalu punya cara untuk memanjakan pencinta kuliner.
Dari gudeg hingga bakpia, kota ini tak pernah kehabisan cerita soal makanan legendaris. Namun, di antara sekian banyak kuliner khas, ada satu yang namanya membuat orang berhenti sejenak dan bertanya-tanya, Soto Sampah.
Nama yang terdengar nyeleneh ini ternyata menyimpan kisah panjang tentang tradisi, rasa, dan keunikan khas Jogja.
Baca Juga: Sarapan Paling Dicari di Jogja: Soto Ayam Depan Stasiun Tugu, Kuahnya Bening tapi Rasanya 'Nendang'
Tak hanya karena rasanya yang menggugah selera, soto ini juga lekat dengan cerita sejarah yang membuatnya melegenda di kalangan warga maupun wisatawan.
Asal-Usul Nama Soto Sampah Jogja
Soto Sampah bukanlah hidangan sembarangan. Dilansir dari Jogjaprov.go.id, warung ini sudah berdiri sejak tahun 1970-an, bahkan ada yang menyebut sudah ada sejak 1967.
Pada awalnya, warung ini dikenal dengan sebutan Soto Simak atau Soto Becak, karena sebagian besar pelanggannya adalah para tukang becak yang beristirahat di sekitar kawasan Kranggan.
Baca Juga: Dari Pogung ke Gemawang, Inilah Soto Ijo Monjali yang Cuma 10 Menit dari UGM
Nama “Soto Sampah” baru muncul sekitar tahun 2009. Julukan ini diberikan langsung oleh para pelanggan tetapnya.
Mereka menyebut demikian karena penampilan soto yang berantakan, penuh potongan daging, gajih, dan sayuran yang bercampur acak di dalam piring. Dari sanalah muncul istilah “sampah”, bukan karena kotor, tetapi karena tampilannya yang semrawut.
Namun di balik tampilannya yang tak rapi, rasa sotonya justru menjadi daya tarik utama.
Baca Juga: Sarapan di Bantul? Coba Soto Kemasan Yogyakarta, Unik Pakai Kemangi dan Tahu Bacem sejak 1963
Kuahnya gurih, dagingnya empuk, dan isian seperti bihun, tauge, kol, serta potongan gajih sapi memberikan sensasi kaya rasa yang khas.
Artikel Terkait
Sarapan Soto di Jember Bikin Nagih, Sajian Lengkap dari Khas Padang hingga Makassar, Apalagi Pakai Jurus Ampuh Jeruk Nipis
Sarapan Soto Ayam Kampung di Jember yang Buka sejak Era Reformasi, Rela Antre Meski Warung Dalam Gang
Kronologi Pria Sleman Diduga Bunuh Diri di Bantul tapi Ditemukan Sedang Makan Soto
Rujak Soto Otentik Banyuwangi Kini Bisa Dicoba di Jember, Cita Rasa Asli dari Warung Jingkrak Ini Bikin Ngiler
Dari Pinggir Jalan ke Legenda Kuliner, Ini Rahasia Soto Dahlok Bertahan hingga Lebih dari Setengah Abad