Kamis, 4 Juni 2026

Soto Sampah Jogja, Kuliner Unik yang Namanya Aneh tapi Rasanya Juara Sejak 1970-an

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 5 November 2025 | 07:30 WIB
Kuliner Soto Sampah Jogja. (Google Maps/yohanes henry a.)
Kuliner Soto Sampah Jogja. (Google Maps/yohanes henry a.)

SketsaNusantara.id - Yogyakarta selalu punya cara untuk memanjakan pencinta kuliner.

Dari gudeg hingga bakpia, kota ini tak pernah kehabisan cerita soal makanan legendaris. Namun, di antara sekian banyak kuliner khas, ada satu yang namanya membuat orang berhenti sejenak dan bertanya-tanya, Soto Sampah.

Nama yang terdengar nyeleneh ini ternyata menyimpan kisah panjang tentang tradisi, rasa, dan keunikan khas Jogja.

Baca Juga: Sarapan Paling Dicari di Jogja: Soto Ayam Depan Stasiun Tugu, Kuahnya Bening tapi Rasanya 'Nendang'

Tak hanya karena rasanya yang menggugah selera, soto ini juga lekat dengan cerita sejarah yang membuatnya melegenda di kalangan warga maupun wisatawan.

Asal-Usul Nama Soto Sampah Jogja

Soto Sampah bukanlah hidangan sembarangan. Dilansir dari Jogjaprov.go.id, warung ini sudah berdiri sejak tahun 1970-an, bahkan ada yang menyebut sudah ada sejak 1967.

Pada awalnya, warung ini dikenal dengan sebutan Soto Simak atau Soto Becak, karena sebagian besar pelanggannya adalah para tukang becak yang beristirahat di sekitar kawasan Kranggan.

Baca Juga: Dari Pogung ke Gemawang, Inilah Soto Ijo Monjali yang Cuma 10 Menit dari UGM

Nama “Soto Sampah” baru muncul sekitar tahun 2009. Julukan ini diberikan langsung oleh para pelanggan tetapnya.

Mereka menyebut demikian karena penampilan soto yang berantakan, penuh potongan daging, gajih, dan sayuran yang bercampur acak di dalam piring. Dari sanalah muncul istilah “sampah”, bukan karena kotor, tetapi karena tampilannya yang semrawut.

Namun di balik tampilannya yang tak rapi, rasa sotonya justru menjadi daya tarik utama.

Baca Juga: Sarapan di Bantul? Coba Soto Kemasan Yogyakarta, Unik Pakai Kemangi dan Tahu Bacem sejak 1963

Kuahnya gurih, dagingnya empuk, dan isian seperti bihun, tauge, kol, serta potongan gajih sapi memberikan sensasi kaya rasa yang khas.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X