Pertempuran heroik ini, yang menewaskan banyak pejuang termasuk Jenderal Mallaby dari pihak Sekutu, menunjukkan betapa dahsyatnya dampak fatwa KH. Hasyim Asy'ari dalam mempersatukan tekad rakyat untuk bertempur hingga titik darah penghabisan.
Peristiwa 10 November ini kemudian diabadikan sebagai Hari Pahlawan dan selalu diperingati setiap tahunnya.
Untuk itu pula tercatat dalam sejarah bahwa resolusi jihad KH Hasyim Asy'ari ini bukan sekadar keputusan politik, melainkan seruan moral dan spiritual yang menjunjung tinggi prinsip Hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman).
Fatwa ini menjadi penegas bahwa membela negara dan tanah air dari penjajah adalah ekspresi tertinggi dari keimanan.
Pengakuan negara terhadap peran besar santri dan ulama dalam sejarah perjuangan kemerdekaan terus didorong oleh berbagai pihak, khususnya Nahdlatul Ulama.
Akhirnya, pada tanggal 15 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015.
Penetapan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi negara atas kontribusi tak ternilai para santri, yang puncaknya diwujudkan dalam Resolusi Jihad.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
10 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2025, Penuh Semangat Sambut HSN 22 Oktober dengan Desain Full HD dan Estetik
Wujud Permintaan Maaf Secara Nyata, Trans7 Berjanji Siarkan Tayangan Edukatif Pesantren Tepat di Hari Santri Nasional
10 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2025 Versi HD, Desain Baru dan Islami untuk Status WA, Instagram, Facebook
10 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2025, Desain Estetik Terbaru untuk Unggahan Medsos 22 Oktober 2025
Peringati Resolusi Jihad, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Seblak Jombang Kerahkan Ribuan Peserta untuk Kirab Hari Santri