Kamis, 4 Juni 2026

40 Tahun Bertahan, Lotek dan Gado-Gado Bu Ning Jadi Ikon Kuliner Klasik Jogja

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 14:30 WIB
Lotek Bu Ning. (Jogjaprov.go.id)
Lotek Bu Ning. (Jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Di antara deretan kuliner khas Yogyakarta, nama Bu Ning sudah lama dikenal sebagai legenda lotek dan gado-gado yang tak lekang oleh waktu.

Warungnya berdiri sejak tahun 1983 dan hingga kini masih ramai dikunjungi pembeli dari berbagai kalangan.

Nama lengkapnya adalah Sawijiningsih, namun masyarakat Jogja lebih mengenalnya dengan panggilan akrab Bu Ning.

Baca Juga: BRI Dorong UMKM Kuliner Asal Padang Perkuat Branding Menuju Pasar Global

Sejak awal berdiri, warung sederhana ini mempertahankan cita rasa khas yang membuat pelanggan setia terus berdatangan selama lebih dari empat dekade.

Lotek dan gado-gado Bu Ning dikenal karena kesegarannya. Sayur-sayuran seperti bayam, kol, dan tauge direbus dengan waktu yang pas, tidak terlalu matang dan tetap renyah.

Semua bahan kemudian disiram bumbu kacang yang diulek halus dan disajikan segar setiap hari.

Baca Juga: Disebut Ikuti Jalan Ninja Kalina Oktarani, Vicky Prasetyo Kini Buka Usaha Bisnis Kuliner Bersama Sosok ini sebagai Bentuk Respek

Rasa gurih manis yang seimbang membuat racikan lotek Bu Ning memiliki karakter tersendiri. Paduan tekstur lembut sayuran dan kentalnya bumbu kacang menciptakan cita rasa klasik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Gado-gadonya pun tak kalah memikat, dengan porsi yang pas dan kesegaran bahan yang selalu terjaga.

Kualitas bahan menjadi salah satu kunci keberhasilan warung ini. Bu Ning dikenal teliti memilih sayuran segar dari pasar setiap pagi.

Ia memastikan semua bahan dalam kondisi terbaik sebelum diolah dan disajikan kepada pelanggan.

Ketekunannya menjaga standar rasa selama puluhan tahun membuat warung Bu Ning tidak hanya disukai warga sekitar, tetapi juga menjadi tujuan wisata kuliner bagi pengunjung luar kota. Banyak pelanggan yang mengaku selalu menyempatkan diri mampir setiap kali ke Yogyakarta.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X