Beberapa di antaranya adalah Srikaloka, Pareanom, Madumurti, Dorodasih, Madubronto, hingga Pamularsih.
Selain sejarahnya yang kuat, Patangpuluhan kini juga berkembang menjadi pusat seni dan ekonomi kreatif.
Ada Grojokan Tanjung Winongo yang menjadi lokasi pementasan seni setiap selapan hari sekali, sentra industri blangkon, hingga kerajinan kulit yang dikelola warga. Tak ketinggalan, berbagai kampung pekerja seni yang masih melestarikan pertunjukan tradisional maupun seni modern.
Jejak prajurit Kraton yang melegenda kini berpadu dengan geliat seni masyarakat modern. Patangpuluhan tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga terus hidup sebagai ruang budaya yang menyatukan sejarah, seni, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kampung Bule Yogyakarta Ini Ternyata Kampung Prajurit Kraton, Setiap Sudutnya Punya Sisi yang Unik dan Artistik
Sekolah Khusus Putra Pejabat Kerajaan Kini Tetap Digunakan Jadi SD, Letaknya Ada di Samping Kraton Yogyakarta
Apa Itu Geger Sepoy? Kisah Tragis Kraton Yogyakarta yang Legendaris, Konon karena Upaya Diplomasi yang Gagal
5 Olahan Dendeng Khas Kraton Yogyakarta: Favorit Para Raja Mataram dari Sultan HB VII sampai HB IX yang Masih Eksis
2 Masakan Telur Legendaris Favorit Sultan Kraton Yogyakarta, Warisan Nusantara yang Kaya Rempah