Minggu, 19 Juli 2026

Bertahan Selama Berabad-abad, Ini Makna Piil Pesenggiri, Falsafah Hidup dan Harga Diri Masyarakat Lampung, Generasi Muda Wajib Tahu!

Photo Author
Arif Rohman Mu'tasim, Sketsa Nusantara
- Selasa, 2 September 2025 | 20:12 WIB
Piil Pesenggiri sebagai falsafah hidup dan harga diri masyarakat Lampung sejak dahulu masih terjaga hingga kini. (Kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Piil Pesenggiri sebagai falsafah hidup dan harga diri masyarakat Lampung sejak dahulu masih terjaga hingga kini. (Kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Prinsip pertama dari Piil Pesenggiri yang dimiliki masyarakat Lampung ini terkait dengan pemberian gelar adat untuk seseorang yang menjadi bagian dari masyarakat adat Lampung.

Bejuluk berarti seseorang memiliki gelar sebelum menikah, sedangkan Beadok berarti seseorang memiliki gelar setelah menikah.

Masyarakat suku Lampung memahami tiga fase penting dalam kehidupan, yakni masa ketika lahir, menikah, dan meninggal dunia.

Bejuluk Beadok merupakan prasyarat seseorang untuk dapat menerapkan prinsip-prinsip selanjutnya dalam Piil Pesenggiri. Apabila seseorang tidak Bejuluk dan Beadok maka seseorang itu tidak dianggap menjadi bagian dari masyarakat adat dan tidak melekat Piil Pesenggiri padanya.

2. Nemuy Nyimah

Seseorang yang telah memiliki adok dianggap telah bermartabat dan mampu menjunjung tinggi Piil ketika bertamu (Nemuy) atau menerima tamu, serta memiliki sifat murah hati atau dermawan (Simah).

Prinsip Nemuy Nyimah ini diajarkan kepada generasi muda dengan sebuah ajaran kuno:

“Sapapun sai sai khatong didepan ranguk nuwamu, walau kebelah hulun kebelah asu, kayin ya kukhuk. Undahko nginum, juk ya mengan.”

Yang artinya:

”Siapapun yang datang ke pintu rumahmu, walaupun badannya sebelah manusia sebelah anjing, terima dan persilakan dia masuk. Layani dengan baik, beri dia minum dan makan.”

3. Nengah Nyappur

Nengah Nyappur berarti keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial. Kedudukan yang tinggi, keluhuran adab dan kemurahan hati tidak akan ada artinya jika seseorang tidak pandai bergaul dengan baik di masyarakat.

Prinsip ini mendorong seseorang untuk senantiasa dapat menempatkan diri dengan baik dalam pergaulan dan mengajarkan pentingnya saling tolong-menolong.

4. Sakai Sambayan

Sakai Sambayan merupakan muara dari Nemuy Nyimah dan Nengah Nyappur.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X