12. Tamasya
Berarti berjalan-jalan atau rekreasi, juga berasal dari Persia yang berarti perjalanan santai.
13. Saudagar
Berarti pedagang besar, merupakan serapan dari kata Persia untuk pengusaha atau pedagang.
14. Syahbandar
Merujuk pada pejabat pelabuhan, berasal dari kata Persia “syah” (raja) dan “bandar” (pelabuhan).
15. Pahlawan
Berarti pejuang atau orang berjasa, berasal dari Persia yang memiliki akar kata tentang kepahlawanan dan keberanian.
Selain bahasa, Persia juga memengaruhi sistem pembelajaran Al Quran di Nusantara.
Misalnya, istilah fatkhah disebut jabar, kasrah menjadi jer/zher, dan dhammah disebut pes/yes. Bahkan, huruf “syin” diajarkan tanpa gigi—menunjukkan pengaruh fonetik Persia dalam pengucapan huruf Arab.
Dalam bidang sastra, banyak karya klasik berbahasa Persia yang diterjemahkan ke dalam bahasa lokal, seperti Qissa-i-Emir Hamza, Qissah Insyaqaq al-Qamar, dan Rawdat al-Ahbab. Cerita-cerita ini menyebarkan nilai Islam dengan pendekatan sastra dan cerita kepahlawanan.
Pengaruh Persia dalam bahasa dan budaya Indonesia tidak bisa dianggap remeh.
Pengaruh tersebut hadir secara halus namun mendalam, lewat kata-kata yang kita ucapkan setiap hari hingga sistem pendidikan agama yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Jejak Persia adalah bukti bahwa Indonesia adalah persimpangan peradaban besar dunia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
7 Poin Klarifikasi Felix Siauw: LGBT dan Iran Lebih Berani Bela Gaza, Sementara yang Sunni Sibuk Ribut di Medsos?
5 Fakta Penundaan Kepulangan Haji 2025 akibat Konflik Iran-Israel
Kesaksian Ali Murtado, Mahasiswa WNI di Iran yang Berhasil Dievakuasi ke Indonesia
97 WNI Telah Dievakuasi dari Iran, Sufmi Dasco Pastikan Pemerintah Terus Pantau dan Lindungi WNI di Zona Konflik
Konflik Iran dan AS Picu Kekhawatiran, Ini Analisis Bung Kus soal Nasib Iran di Piala Dunia 2026