Minggu, 19 Juli 2026

Dibangun sejak 1973, Ini 3 Fakta Istimewa Pasar Tanjung Jember yang Jadi Nadi Ekonomi Rakyat Kecil

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 19 Juni 2025 | 06:30 WIB
Kondisi Pasar Tanjung lantai 2 (2021). (SketsaNusantara.id/Siti Nurlela Hanifah)
Kondisi Pasar Tanjung lantai 2 (2021). (SketsaNusantara.id/Siti Nurlela Hanifah)

Sesi pagi berlangsung singkat, hanya hingga pukul 04.30 WIB, tetapi justru saat itulah transaksi grosir berlangsung paling ramai.

Sore harinya, aktivitas kembali menggeliat mulai pukul 15.30 hingga pukul 22.00. Sesi ini didominasi belanja keluarga, para pegawai yang pulang kerja, hingga wisatawan lokal yang penasaran dengan suasana pasar malam.

3. Tetap Relevan di Era Digital

Di tengah dominasi e-commerce, eksistensi Pasar Tanjung justru membuktikan bahwa pasar rakyat tetap relevan. Faktor kepercayaan, interaksi langsung, dan harga yang fleksibel menjadi keunggulan yang tidak bisa ditandingi platform digital.

Apalagi, Pasar Tanjung tidak hanya melayani warga kota Jember, tetapi juga menjadi tumpuan warga desa-desa sekitar yang mencari kebutuhan dengan harga terjangkau dan suasana akrab.

Pasar Tanjung bukan hanya bangunan beton dengan ribuan kios. Pasar ini adalah ruang hidup bagi ribuan pedagang, tempat mencari nafkah bagi keluarga, sekaligus ruang sosial bagi masyarakat Jember dari berbagai lapisan.

Di balik riuh rendahnya, pasar ini menyimpan denyut ekonomi rakyat yang tak tergantikan, bahkan setelah 5 dekade berdiri.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: siskaperbapo.jatimprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X