Minggu, 19 Juli 2026

3 Fakta Sejarah Kota Metro yang Jarang Diungkap Jelang Ulang Tahun ke-88 pada Senin 9 Juni 2025

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 8 Juni 2025 | 15:00 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa fakta sejarah menarik dari Kota Metro Lampung yang ulang tahun ke-88 pada Senin, 9 Juni 2025. (metrokota.go.id)
Ilustrasi. Ada beberapa fakta sejarah menarik dari Kota Metro Lampung yang ulang tahun ke-88 pada Senin, 9 Juni 2025. (metrokota.go.id)

SketsaNusantara.id - Menjelang perayaan ulang tahun ke-88 Kota Metro, Provinsi Lampung yang jatuh pada Senin, 9 Juni 2025, banyak masyarakat mungkin belum mengetahui bahwa kota ini menyimpan sejarah yang tak biasa.

Nama Metro bukanlah nama asli wilayah ini, dan jejak kolonisasi Hindia Belanda sangat lekat dalam proses kelahirannya.

Berikut ini 3 fakta penting tentang Kota Metro yang patut diketahui, terutama menjelang hari jadinya yang ke-88, sebagaimana dirangkum SketsaNusantara.id dari metrokota.go.id.

Baca Juga: Apes! Penumpang Bus Damri Asal Lampung Ini Ditinggal Kapal Ferry saat Beli Mie Instan, Netizen Beri Solusi Out of The Box

1. Awalnya Bernama Trimurjo, Dibangun untuk Kolonis Belanda

Kota Metro tidak serta-merta lahir dengan nama yang kita kenal sekarang. Sejarahnya bermula pada tahun 1934 dan 1935, ketika pemerintah Hindia Belanda memerintahkan pembangunan sebuah desa induk baru bernama Trimurjo.

Tujuan pembangunan ini adalah untuk menampung para kolonis, yakni warga transmigran dari Jawa, yang didatangkan secara resmi oleh pemerintah kolonial.

Kedatangan kolonis pertama ke Trimurjo terjadi pada Sabtu, 4 April 1936. Mereka ditempatkan di bedeng-bedeng yang sudah disiapkan dan diberi penomoran kelompok.

Baca Juga: Duduk Perkara Rumah Kades di Lampung Tengah Dibakar Massa, Berawal dari Dugaan Korupsi Bansos yang Menyulut Emosi Warga, Ternyata Ini Penyebabnya

Menariknya, sistem penomoran ini masih populer digunakan masyarakat Metro hingga hari ini, sebuah warisan kecil dari masa lalu yang terus bertahan dalam budaya lokal.

2. Dari Daerah Marjinal Menjadi Kawasan Berkembang Pesat

Setelah para kolonis menempati daerah tersebut, wilayah yang dulunya termasuk dalam Kewedanaan Sukadana, tepatnya di Marga Unyi dan Buay Nuba, mengalami perkembangan pesat.

Daerah yang tadinya baru dibuka perlahan-lahan berubah menjadi kawasan terbuka dengan aktivitas ekonomi yang semakin aktif. Jumlah penduduk pun bertambah seiring waktu, menunjukkan keberhasilan kolonisasi tersebut dalam membentuk permukiman baru yang produktif.

Baca Juga: Kesenjangan Sosial, Pejabat Lampung Foya-Foya Nonton Konser hingga Sawer DJ, Rakyatnya Menderita Jadi Langganan Banjir dan Jalanan Rusak

Dewan Marga pun akhirnya mengambil langkah penting. Pada 17 Mei 1937, daerah kolonisasi ini secara resmi dipisahkan dari hubungan marga. Pemisahan ini menjadi langkah administratif awal sebelum Trimurjo berubah menjadi Metro.

3. Nama "Metro" Resmi Digunakan Mulai 9 Juni 1937

Tonggak sejarah penting lainnya terjadi pada Selasa, 9 Juni 1937, ketika nama Trimurjo secara resmi diganti menjadi Metro. Inilah tanggal yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Metro, sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 11 Tahun 2002 tentang Hari Jadi Kota Metro.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: metrokota.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X