Kamis, 4 Juni 2026

Melintasi Waktu di Desa Wotawati Gunungkidul, Dusun Bernuansa Kerajaan Kuno yang Punya Malam Lebih Panjang

Photo Author
- Kamis, 29 Mei 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi Dusun Wotawati di Gunungkidul yang punya nuansa kerajaan kuno. (Freepik/jcomp)
Ilustrasi Dusun Wotawati di Gunungkidul yang punya nuansa kerajaan kuno. (Freepik/jcomp)

 

SketsaNusantara.id - Di tengah derasnya arus globalisasi di mana semua menjadi serba modern, rupanya masih ada beberapa tempat di Indonesia yang terjebak oleh waktu.

Tempat-tempat tersebut masih mempertahankan bangunan-bangunan zaman dulu serta adat istiadat yang melekat di masyarakat sejak era nenek moyang mereka.

Ada juga wilayah yang sengaja didesain ala era lampau untuk membuatnya lebih atraktif di mata pengunjung.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Peninggalan Zaman Megalitikum di Situbondo, Ada Desa dengan Rumah Tradisional yang Unik!

Salah satunya adalah Desa Wotawati di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Menjelajahi dusun ini rasanya sama seperti berjalan melewati lorong waktu. Pasalnya, terlihat tiap bangunan dan desain rumah di sini menyerupai rumah kerajaan-kerajaan Jawa kuno. Temboknya pun dibangun menggunakan bata merah.

Alhasil, dusun ini pun memberi kesan seolah-olah kita sedang berada di lokasi syuting drama kolosal.

Baca Juga: Empat Desa di Jombang Wakili Penerimaan Akta Notaris Pendirian Kopdes Merah Putih Saat Pelantikan se Kabupaten

Namun, awalnya dusun tersebut cuma dusun biasa seperti yang lain, lho. Wotawati baru disulap besar-besaran menjadi ala kerajaan kuno setelah lurah Pucung mengajukan proposal kepada Paniradya Kaistimewan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai desa wisata.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Portal Informasi Indonesia, potensi desa wisata ini timbul karena lokasi dan kondisi Wotawati yang unik.

Dulu, mengalir sungai purba Bengawan Solo di lembah tempat dusun tersebut sekarang berdiri. Sungai tersebut sekarang sudah kering karena terjadi perubahan geologis secara masif.

Baca Juga: Mulai Ngantor di Desa, Bupati Jember Gus Fawait Percepat Pelayanan Adminduk Masyarakat

Dusun Wotawati yang terpencil ini juga diapit oleh dua perbukitan besar dari sisi timur dan barat, sehingga suhu dan suasananya amat sejuk.

Lokasi ini jugalah yang menyebabkan siang hari menjadi lebih pendek di dusun tersebut. Matahari muncul sekitar pukul 08.30 WIB, lalu tenggelam sekitar 16.30 WIB.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X