Kamis, 4 Juni 2026

Sisi Lain Sejarah Pasar Tanjung yang Sempat Jadi Sumber Kebahagiaan Warga Jember, Pernah Jadi Tempat Penuh Kenangan Usai Berhasil Lawan Penjajah

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Rabu, 28 Mei 2025 | 21:30 WIB
Ilsutrasi sejarah Pasar Tanjung di Jember yang ternyata memiliki sepak terjang dalam momen kemerdekaan. (Freepik / jcstudio)
Ilsutrasi sejarah Pasar Tanjung di Jember yang ternyata memiliki sepak terjang dalam momen kemerdekaan. (Freepik / jcstudio)

SketsaNusantara.id- Mengenal sejarah Pasar Tanjung, pusat perbelanjaan tradisional di Jember.

Warga Jember pasti sudah tidak asing lagi dengan pusat perbelanjaan tradisional yang sampai saat ini masih eksis.

Siapa sangka, bahwa pasar tersebut memiliki sejarah panjang yang bahkan menjadi cikal-bakal adanya kemajuan untuk Kabupaten Jember.

Baca Juga: Sudut Kalisat Hidupkan Sejarah Lokal Lewat Merokat Kenangan, Sebuah Upaya Untuk Mengenal dan Mencintai Kampung Halaman

Pasar yang sudah ada sejak tahun 70an ini tentu meninggalkan kenangan demi kenangan dalam masanya.

Bahkan Pasar Tanjung saat itu paling eksis. Sebelum pasar modern muncul dan sekarang menjamur di setiap sudut wilayah Jember.

Perlu diketahui bahwa Pasar Tanjung memiliki sejarah. Tempat ini bukan hanya menjadi pusat jual beli.

Baca Juga: Jember Raih WTP! Gus Fawait Sebut Kesuksesan Kebijakan Program Jember adalah Kesejahteraan, Bukan Penghargaan

Namun saat itu pernah digunakan sebagai gema proklamasi. Gema tersebut pertama kali diperdengaarkan dari Radio RRI.

Kebetulan, Radio RRI pada zamannya masih berada di Kantor Mantri Pasar Tanjung, Jember tersebut.

Momen itulah yang menjadi sejarah tak terlupakan sampai saat ini. Karena mengingat proklamasi juga termasuk peristiwa bersejarah dalam benak Warga Negara Indonesia.

Baca Juga: Asal-Usul Usaha Perkebunan Tembakau yang Menjadi Primadona di Kabupaten Jember Sejak Indonesia Belum Merdeka, Dipelopori Orang Asing?

Adapun pasar ini dibangun di atas tanah milik Pemerintah Kabupaten Jember dengan luas mencapai 25.105 meter persegi.

Pusat perbelanjaan tradisional tersebut mulai melenggang pada tahun 1973 dan masih eksis sampai sekarang.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X