Keteguhannya meninggalkan tanah air dan menghadapi ketidakpastian di negeri asing mencerminkan komitmennya untuk selalu mendampingi sang suami memajukan bangsa melalui pendidikan dan perlawanan terhadap kolonialisme.
Di Belanda, Nyi Hajar tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga memperluas wawasannya tentang pendidikan dan pergerakan perempuan.
Beliau juga mendukung perekonomian keluarga dengan mengajar di Froebel School, taman kanak-kanak di Weimer Den Haag, Belanda saat terjadi perang Dunia I tahun 1914.
Pengalaman RA Sutartinah mengajar di tengah kondisi sulit Perang Dunia I kemudian menginspirasi pendirian Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia.
Mempelajari reformasi pendidikan mampu mengguncang Eropa sehingga RA Sutartinah mengajak sang suami mendirikan sekolah Taman Siswa pada 3 Juli 1922.
Taman Siswa menjadi lembaga pendidikan yang menjadi tonggak perjuangan Ki Hajar untuk menyediakan pendidikan bagi rakyat jelata.
Taman Siswa mengedepankan hubungan humanis antara guru dan murid, juga mencerminkan nilai-nilai sejalan dengan prinsip Nyi Hajar Dewantara.
RA Sutartinah mendirikan gerakan wanita melalui "Wanita Taman Siswa" yang aktif sebagai ketua dan penasihat umum membina organisasi tersebut.
Ia juga membina Taman Indria (Taman Kanak-Kanak) dan Taman Muda Sekolah Dasar serta aktif mengajar sebagai guru Taman Siswa. Namun, sekolah tersebut dianggap "sekolah liar" sehingga pemerintah Hindia-Belanda menutup kegiatan Taman Siswa.
Perjuangan Nyi Hajar Dewantara dan sang suami pun tak gentar. Meski Taman Siswa ditutup, RA Sutartinah melancarkan "Gerilya Pendidikan".
Guru-guru Taman Siswa mendatangi setiap rumah rakyat untuk mengajar di rumah masing-masing. Kadang mereka tertangkap karena mengajar diam-diam namun, digantikan oleh sukarelawan agar siswa-siswi dapat terus melanjutkan pendidikannya.
Nyi Hajar memahami bahwa pendidikan perempuan adalah kunci emansipasi. Ia membuka kelas bagi anak perempuan, yang pada masa itu sering diabaikan dalam sistem pendidikan formal.
Artikel Terkait
Nama Asli Sunan Drajat, Wali Songo yang Miliki Banyak Sebutan dan Sebarkan Islam Lewat Pendidikan Akhlak
Siapa Sosok Ki Ageng Besari? Mengenal Mahaguru dalam Pendidikan Pesantren yang Melahirkan Tokoh Penting Keislaman dan Pergerakan Nasional
Mengenal Situs Petirtaan Ngawonggo di Malang, Ternyata Berkaitan dengan Pendidikan Jawa Kuno?
Oxford Lewat! Muara Jambi Rupanya Miliki Pusat Pendidikan yang Jauh Lebih Tua dari Kampus Inggris
Siapa Raminten? Sejarah dan Asal Usul Karakter Legendaris di Yogyakarta, Inspirasi Usaha Kuliner Hamzah Sulaiman The House of Raminten
Kenapa Hari Puisi Nasional Tanggal 28 April? Sejarah Puisi di Indonesia hingga Kaitannya dengan Sosok Chairil Anwar