“Terima kasih untuk semua dukungannya teman-teman,” tulisnya disertai emoji hati dan api.
Kalimat ini menunjukkan rasa syukur sekaligus apresiasi Ridho kepada para pendukungnya yang terus memberikan semangat.
“Rezekine cak Montiel,” tambah Ridho. Ungkapan bernuansa santai ini mencerminkan sikap legawa sang pemain dalam menerima hasil yang ada.
Dengan gaya bahasa sederhana namun penuh makna, Ridho seolah menegaskan bahwa setiap pencapaian memiliki porsinya masing-masing.
Unggahan tersebut sontak dibanjiri komentar dari netizen. Beragam tanggapan muncul, mulai dari ungkapan simpati hingga kebanggaan terhadap pencapaian Ridho.
“Ada Goal yang lebih baik dari RR tapi proud for u,” komentar datang dari akun @kiamen_rose.
Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun ada gol lain yang dinilai lebih unggul, Ridho tetap layak diapresiasi atas usahanya.
“Tetap semangat Bek terbaik timnasku,” dukungan dari akun @timnas.indonesia.
“Bagi sebagian orang gol ridho biasa aja, tapi kita harus bangga berkat dia nama liga Indonesia jadi perbincangan dunia,” tulis akun @4mi_nzz menyoroti dampak lebih luas dari nominasi Ridho.
Komentar ini menekankan bahwa kehadiran Ridho dalam nominasi Puskas Awards telah membawa eksposur internasional bagi sepak bola Indonesia, khususnya kompetisi domestik.
Secara keseluruhan, kegagalan Rizky Ridho meraih Puskas Awards 2025 tidak mengurangi makna besar dari pencapaiannya.
Masuknya nama pemain Indonesia dalam daftar kandidat penghargaan bergengsi dunia sudah menjadi bukti bahwa kualitas sepak bola nasional terus berkembang.
Sikap Ridho yang rendah hati dan penuh sportivitas juga menjadi teladan bagi pemain muda lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bungkam Persebo Muda Bondowoso 3 Gol Tanpa Balas, Persid Jember Merangsak Naik ke Puncak Klasemen Grup H Liga 4
Persib Bandung Bersiap Tambah Amunisi Jelang 16 Besar ACL 2, Nama Maarten Paes hingga Joey Pelupessy Mencuat
Nyaris Berujung Bentrok di BRI Super League 2025/26, Yance Sayuri dan Marc Klok Akhirnya Berdamai: Emosi Sesaat yang Ditutup Sportivitas Rekan Timnas
Menuntaskan 30 Kilometer dengan Luka yang Tak Sembuh, Kisah Daudy Yusuf di Trail Siksorogo Jadi Simbol Keteguhan Melawan Batas Diri
Ketika Sepak Bola Melampaui Lapangan, Maarten Paes dan Dean James Berdiri Bersama Korban Bencana di Sumatra