Kamis, 4 Juni 2026

5 Fakta Insiden Pelemparan Batu ke Bus Persik Kediri Pasca Laga Kontra Arema di Kanjuruhan Malang: 5 Orang Luka, Pelaku Diburu Polisi, Apa Kata PSSI?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 12 Mei 2025 | 18:00 WIB
Potret bus Persik Kediri yang terkena insiden pelemparan batu dari suporter Arema FC di Kanjuruhan Malang hingga membuat 5 kru terluka  (X/tweetpersik)
Potret bus Persik Kediri yang terkena insiden pelemparan batu dari suporter Arema FC di Kanjuruhan Malang hingga membuat 5 kru terluka (X/tweetpersik)

"Kami minta maaf sebesar-besarnya untuk tim Persik Kediri atas kejadian setelah pertandingan saat menuju Hotel di daerah menuju Kepanjen, Kabupaten Malang," tulis akun @AremafcOfficial.

"Sudah semestinya kita jaga harmoni kekeluargaan dari dalam hingga luar lapangan," tandasnya.

Melalui video yang diunggah hari Minggu, 11 Mei 2025 di akun resmi Arema FC Malang, pihaknya menyebut telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kepulangan tim ke Kediri berjalan aman.

Baca Juga: Dari Prasasti Dinoyo ke Candi Badut! Menelusuri Jejak Kerajaan Kanjuruhan, Kerajaan Kuno di Jawa Timur yang Konon jadi Cikal Bakal Sejarah Kota Malang

5. Netizen Lapor ke Ketum PSSI

Insiden ini juga mengundang kekecewaan besar dari berbagai pihak. Sejumlah warganet dan pengamat sepak bola Indonesia bahkan ikut melaporkan kejadian ini kepada Ketua PSSI, Erick Thohir.

Erick Thohir sebelumnya pernah memperingatkan bahwa BRI Liga 1 bisa dihentikan jika kerusuhan suporter kembali terjadi, mengingat pada tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang pada tahun 2022 lalu.

Netizen juga menyayangkan suporter yang masih belum bisa belajar dari peristiwa masa lalu. Pelemparan batu ini seolah menjadi bukti bahwa budaya kekerasan di sepak bola Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang belum rampung.

Baca Juga: Mendadak Didepak Sebagai Pelatih, Netizen Soroti Kemajuan Timnas di Tangan Shin Tae-yong hingga Kasus Kanjuruhan yang Belum Diselesaikan Erick Thohir

Kejadian ini membuka luka lama terkait tragedi Kanjuruhan 2022. Sebanyak 135 nyawa melayang akibat kepanikan massa setelah terjadi kerusuhan di stadion hingga berujung pada penggunaan gas air mata oleh polisi.

Stadion Kanjuruhan baru saja direnovasi sesuai standar FIFA dan diresmikan kembali pada Maret 2025.

Kembalinya Arema FC bisa bermain di rumah sendiri seharusnya menjadi simbol pemulihan, tetapi aksi pelemparan batu ini justru menambah catatan kelam di Kanjuruhan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X