SketsaNusantara.id - Aktor sekaligus komedian Daus Mini belakangan menjadi sorotan setelah dirinya mengambil langkah hukum terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyalahgunaan identitas di media sosial.
Komedian bertubuh mungil itu akhirnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya setelah namanya dipakai oknum tak bertanggung jawab untuk menyebarkan konten SARA bernada ujaran kebencian yang memicu pro dan kontra.
Tak hanya merasa dirugikan karena namanya dicatut, Daus Mini juga mengungkap adanya dugaan ancaman pembunuhan yang diterimanya. Kondisi tersebut membuat sang komedian memilih membawa persoalan ini ke jalur hukum.
"Saya memutuskan melanjutkan masalah pencemaran nama baik yang mengatasnamakan diri saya," ujar Daus Mini dalam konferensi pers yang digelar pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.
Sebelumnya, Daus Mini telah melayangkan somasi pada akhir bulan Juni 2026 lalu melalui kuasa hukumnya terhadap pihak yang diduga menggunakan nama dan fotonya di TikTok.
Namun, akun medsos yang bersangkutan tak menunjukkan itikad baik sehingga masalah ini berlanjut ke ranah hukum.
Langkah itu diambil setelah muncul beberapa akun yang mengatasnamakan dirinya dan mengunggah konten yang dinilai merugikan reputasinya.
"Kami sudah berikan waktu cukup lama tapi ternyata mereka malah menjadi-jadi, sehingga kami merasa oknum-oknum tidak bertanggung jawab seperti ini memang harus diberikan pelajaran. Jadi, tidak ada kata maaf atau damai lagi," ujar Zecky Alatas selaku kuasa hukum Daus Mini.
Lebih lanjut, Daus Mini mengungkap akun yang beroperasi secara anonim bahkan diduga menggunakan perangkat pengubah suara (soundcard) untuk memanipulasi dan mengelabuhi followersnya di media sosial.
"Nggak tahu dengan orang yang sama atau beda karena oknum ini saya lihat kontennya parah banget isinya ujaran kebencian menggunakan nama dan juga foto saya untuk bikin konten sara," ujar Daus Mini.
"Si oknum ini selalu offcam (kamera mati), tidak pernah menampilkan wujudnya dan pakai efek suara soundcard gitu kan seakan-akan itu Daus Mini, padahal bukan itu akun fake (palsu)," jelasnya.
Daus mengungkapkan, awalnya dirinya tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan akun tersebut. Namun, setelah mendapatkan banyak laporan dari teman dan pengikutnya, Daus menyadari bahwa persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan berpotensi merugikan dirinya.