showbiz

Satir, Ajeng Kamaratih Tanggapi Instruksi Presiden Prabowo soal Belajar Bahasa Prancis di Indonesia, Singgung soal Rupiah hingga 'Janji Tanpa Aksi'

Senin, 1 Juni 2026 | 07:30 WIB
Potret presenter Ajeng Kamararih ikut tanggapi wacana Presiden Prabowo yang ikut instruksikan belajar bahasa Prancis hingga singgung 'janji tanpa aksi' (Instagram/ajengkamaratih_)

Tak berhenti di situ, Ajeng juga mengajarkan cara melafalkan huruf "R" dalam bahasa Prancis yang dikenal cukup sulit diucapkan oleh orang Indonesia.

"Ngomong 'R' emang nggak biasa. Latihannya pakai bolpen. Coba kamu taruh bolpen di antara bibir, terus kita mulai ‘erkh’… ‘errrgghhkhh’ dan ‘errghhkkhhh’. Nah bagus itu kan," ujarnya sambil tertawa.

Dalam unggahan tersebut, Ajeng juga membahas fakta unik dalam bahasa Prancis, salah satunya mengenai penggunaan gender pada kata benda.

Baca Juga: Soroti Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis di Sekolah, DPR Singgung Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

"Negara Prancis terkenal dengan kebiasaan 'la manifestation', maksudnya demonstrasi. Karena kata ini feminin alias perempuan. Jadi ditambahkan 'la' di depannya," jelasnya.

"Dalam bahasa prancis, semua benda itu ada gender laki-laki atau perempuan, jadi harus dihafalkan," tandasnya.

Ajeng juga menunjukkan sulitnya belajar bahasa Perancis karena hampir semua kata memiliki gender laki-laki maupun perempuan sehingga harus dihafalkan.

"Hampir semua kata yang berakhiran '-tion' sebagian besar pakai kata 'la' di depannya. Misal action, situation, communication, la revolution, direction, ambition, passion… aduh amsyoong,” candanya.

Baca Juga: Joko Anwar Menerima Penghargaan ‘Ksatria’ dari Pemerintah Prancis Atas Dedikasinya di Bidang Seni dan Budaya

Namun yang paling mencuri perhatian publik ialah saat Ajeng mengajarkan cara nerhitung dan mengenalkan angka-angka dalam bahasa Prancis.

Ia ikut menyinggung kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus melemah hingga tembus Rp17.800 per USD.

"Angka tukar rupiah sekarang dix-sept mille huit cent soixante-dix (Rp17.800 per dolar). Ribet banget sih, tapi ya begitulah karena semakin tinggi angkanya, maka semakin amsyong ngitungnya," ucapnya.

Menariknya, di akhir video unggahannya, presenter kelahiran 16 Agustus 1986 menyampaikan kalimat berbahasa Prancis yang dianggap banyak tampaknya menjadi sindiran menohok untuk pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Sentil Pemerintah, Anies Baswedan Ingatkan Dampak Rupiah Anjlok Bisa Menghantam Rakyat Kecil: Kondisinya Tidak Baik-Baik Saja...

"Dans cette nation toujours la meme tradition. Promesses sans action on est amsyong," katanya sambil memperlihatkan background Bendera Merah Putih.

Halaman:

Tags

Terkini