Dalam penjelasannya, Sule juga menyebut bahwa tidak semua reaksi yang diterima bersifat negatif. Ia mengaku ada beberapa orang yang justru menyampaikan terima kasih karena dapat melihat situasi di sekitar rumah duka melalui video tersebut.
Menurutnya, sebagian orang yang tidak dapat datang langsung merasa terbantu dengan adanya rekaman tersebut.
Meski demikian, kontroversi mengenai etika pembuatan konten di lokasi yang sedang diliputi suasana duka kembali menjadi perbincangan di media sosial.
Banyak warganet menilai bahwa figur publik perlu lebih berhati-hati dalam membuat konten, terutama di tempat yang berkaitan dengan peristiwa sensitif.
Di sisi lain, ada pula yang menilai bahwa klarifikasi dan permintaan maaf yang disampaikan Sule merupakan langkah yang tepat untuk meredakan polemik.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya mempertimbangkan aspek etika dan empati dalam pembuatan konten digital, khususnya bagi para kreator yang memiliki banyak pengikut di media sosial.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!