Fakta ini muncul setelah upaya Sandra Dewi untuk mengajukan keberatan terhadap penyitaan aset, di mana ia sempat mengklaim sebagian besar tas mewahnya didapatkan dari hasil endorsement, bukan dari aliran dana sang suami.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tas Mewah, Sidang Sandra Dewi Bongkar Jejak Uang Rp3,15 Miliar
Namun, penyidik Kejagung dalam keterangannya di pengadilan mengungkapkan adanya anomali.
Mereka menyebut bahwa untuk tas dan perhiasan yang disita, tidak ditemukan adanya bukti perjanjian endorsement yang sah, berbeda dengan klaim Sandra Dewi mengenai barang endorsement lainnya.
Penyidik juga menekankan bahwa proses penyitaan tas dilakukan setelah dinilai oleh ahli, di mana barang yang tidak memiliki nilai ekonomis atau yang terbukti tidak asli telah dikembalikan, sementara yang disita adalah yang memiliki nilai ekonomis.
Hal ini mengindikasikan bahwa, meskipun sejumlah tas diklasifikasikan sebagai KW, tas lain yang asli tetap disita karena diyakini dibeli menggunakan dana hasil korupsi.
Penyidik lebih lanjut menduga adanya pola pembelian yang tidak biasa, beberapa pihak yang disebut memberikan endorsement kepada Sandra Dewi ternyata merupakan perantara yang membeli tas tersebut dari reseller, bukan langsung dari butik resmi.
Pola ini semakin memperkuat keyakinan penyidik bahwa aset-aset tersebut terkait erat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan Harvey Moeis.
"Yang asli sudah diamankan," tulis @nyo***.
"Ya ga mungkin KW, bisa saja ditukar karena tahu mau disita," ujar @yoh***.
"Ternyata Sandra lebih pintar daripada polisi," lanjut @des***.
Namun netizen lebih banyak yang tak percaya bahwa sekelas Sandra Dewi menggunakan barang KW, netizen lebih percaya jika sebelum disita Sandra Dewi sudah menukar tas-tas mewahnya.
Kini 88 tas mewah tersebut sudah resmi diserahkan kepada KPK untuk dilelang sebab Sandra Dewi sendiri sudah menarik gugatannya dan ini semakin memperkuat dugaan bahwa tas-tas ini juga merupakan bagian dari TPPU.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!