showbiz

Terkuak! Bintang Takari Blak-Blakan Ungkap Anggaran Pembuatan Film Animasi 'Merah Putih: One For All', Bantah Dapat Bantuan Dana dari Pemerintah

Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:00 WIB
Tangkapan layar opening dari film animasi One For All yang ramai dikritik karena dinilai dibuat asal-asalan sehingga kualitas visual tidak maksimal (Youtube/CGV Kreasi)

Proses pembuatan animasi 3D dinilai terlalu mahal karena menggunakan teknologi dari perangkat keras dan perangkat lunak canggih, serta tenaga profesional yang terampil.

Baca Juga: Film Animasi Jumbo Sukses Besar, Ryan Adriandhy Ungkap Rahasia di Balik Kesuksesannya

Produksi film animasi juga memakan waktu, rendering, dan kompleksitas, dan sering kali melibatkan biaya lisensi untuk jaminan kualitas yang memuaskan.

Ryan Andriandhy bahkan membutuhkan waktu 5 tahun mulai dari tahap pembuatan setiap frame secara manual hingga proses renderingnya saja yang membutuhkan waktu 1 tahun.

Dengan persiapan matang, film Jumbo seketika pecahkan rekor Box Offiice dan jadi film Indonesia terlaris sepanjang masa yang menarik lebih dari 10 juta penonton.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini