Bagi Indra Lesmana dan komunitas jazz murni, pelestarian identitas budaya dan ruang bagi seniman jazz asli tetap menjadi prioritas.
Namun, promotor seperti Anas melihat pentingnya adaptasi dan keterbukaan dalam konteks industri dan pasar hiburan saat ini.
Yang jelas, perdebatan ini akan terus mengemuka setiap tahunnya, terutama setiap bulan Juli, saat panggung Prambanan Jazz kembali berdiri megah di antara candi-candi sejarah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!