SketsaNusantara.id - Jerome Polin ikut membahas soal uang sitaan Rp11,8 T yang merupakan hasil korupsi CPO Wilmar Group.
Belum lama ini, Kejaksaan Agung menggelar konferensi pers, Selasa, 17 Juni 2025 yang menunjukkan tumpukan uang yang disita dari anak perusahaan Wilmar Group.
Uang tersebut merupakan uang jaminan pengembalian kerugian negara dalam kasus korupsi CPO (crude palm oil) dan produk turunannya yang terjadi pada periode Juli hingga Desember 2021.
Konferensi pers Kejagung ini sempat ramai jadi perbincangan publik. Salah satu yang menyita perhatian adalah tumpukan uang sitaan yang ditunjukkan dalam ruangan konferensi pers.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kejaksaan RI, tampak tumpukan uang mengelilingi sebagian besar ruangan konferensi pers.
Menariknya, tumpukan uang itu hanya sebagian kecil dari total Rp11,8 triliun. Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar menyebut, uang tunai yang dipajang hanya Rp2 miliar karena keterbatasan ruang.
Display tumpukan uang ini seketika menyita perhatian warganet, tak terkecuali Jerome Polin. Lewat Instagramnya, YouTuber lulusan Universitas Waseda Jepang ini membagikan sederet fakta mencengangkan seputar jumlah uang hasil korupsi CPO yang disita Kejaksaan.
"Lagi rame soal korupsi Rp 11,8 Triliun yang disita dalam bentuk cash. Kira-kira seberapa banyak uangnya dan bisa dibuat apa aja ya? Aku coba hitung," tulis Jerome Polin dalam postingan di Instagramnya yang diunggah hari Rabu, 18 Juni 2025.
Dalam postingannya, Jerome lalu membeberkan 5 fakta mencengangkan tentang tumpukan uang Rp11,8 triliun hasil korupsi CPO berdasarkan hasil perhitungannya. Berikut rangkumannya:
1. Tumpukan Uang 11,8 T Hasil Korupsi CPO Lebih Tinggi Gunung Everest
Jerome menyebut jika seluruh sitaan hasil korupsi CPO Rp 11,8 T itu disusun secara vertikal dalam bentuk uang tunai, tingginya bisa melebihi Gunung Everest.