Penggiat media sosial Denis Malhotra mengungkit jejak digital Joko Anwar yang dulu pernah mengunggah poster untuk memberikan dukungan pada Joko Widodo (Jokowi).
Dalam unggahan Joko Anwar tersebut terpampang foto besar Jokowi dengan slogannya 'Bersih, Jujur, Sederhana'. "Pemilu sekarang sangat krusial. Kita bisa merasakannya. Yok ambil bagian dalam demokrasi. Golput udah gak cool lagi," tulis Joko Anwar dalam postingannya tanggal 24 Juni 2014 lalu.
Jokowi memang kerap jadi bulan-bulanan warganet mengingat semua warisannya kini menimbulkan masalah bagi negara, termasuk mega proyek IKN yang dulu ngotot ingin pindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur tapi sekarang terancam mangkrak.
"Emang, dulu @jokoanwar termasuk yang dukung Jokowi, memang berawal dari manusia culas ini yang ngurus negara 10 tahun lalu akhirnya amburadul. Jadi presiden akhir-akhirnya nyusahin rakyat, jadi rakyats ekarang juga masih aja nyusahin Presiden," komentar akun @eliocapitanoJ04.
Meski begitu, banyak juga netizen yang membela Joko Anwar dengan tak mengungkit masa lalu. Warganet menganggap kasus mega korupsi ini sebagai kondisi negara yang kini tidak baik-baik saja.
"Gak usah mengusik masa lalu, cukup sebagai cerminan. Kesalahan masa cukup sekarang gimana caranya perbaiki, rakyat Indo juga makin pinter, semua kritis untuk masa depan negaranya biar ga makin suram," komentar akun @adrian0609.
"Gue juga di 2019 kemakan branding mulyono soal kesederhanaannya dia, tapi baru sadar dan sekarang kita mengkritik bukan berarti salah. Mending fokus untuk bersatu. Jangan sampe malah terpecah belah dan terus melawan rezim dzalim ini," komentar akun @akutanto75.
"Kalo @jokoanwar udah ngomong 'bangsat!' tandanya masalah negara ini benar-benar klimaks, kondisi udah gak baik-baik saja," komentar @jhonsitorus_18.
Sebelumnya, Jokowi juga ikut menyuarakan perlawanan saat ramai aksi demo Indonesia Gelap bersamaan dengan lagu Band Sukatani yang dibredel karena mengkritik polisi.
Tindakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat disebut kesalahan besar sehingga tak heran jika masyarakat menyerukan perlawanan menuntut perbaikan dari pemerintah.
"Banyak kekacauan terjadi. Rakyat diadu domba, korupsi merajalela karena Indonesia krisis keteladanan," tulis Joko Anwar dalam postingan terbaru di akun Instagram pribadinya.