"Isu mencari kerjaan sulit di Indonesia tidak pernah menghilang sampai detik ini," ujarnya, dikutip SketsaNusantara.id dari YouTube tvOneNews, 18 Februari 2025 dalam acara Catatan Demokrasi.
Bunda Corla sentil Wamenaker dan minta untuk menghapus syarat-syarat tak masuk akal saat melamar pekerjaan di sejumlah perusahaan.
Menurut Bunda Corla, persyaratan seperti tinggi badan dan pengalaman kerja merupakan persyaratan yang diskriminatif.
"Banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja tapi banyak hal yang memalukan dan menjatuhkan harga seorang pemuda," ujarnya.
Baca Juga: Mahfud MD Tanggapi Tagar Kabur Aja Dulu, Singgung Soal Lunturnya Rasa Cinta Tanah Air
Ia menyebutkan seperti dirinya yang bekerja di Jerman, tak ada batasan usia atau gender.
"Di Jerman tidak mengenal namanya usia, fisik, tidak mengenal umur. Tidak punya pengalaman nanti kita ajarkan," kata Bunda Corla.
Asalkan bisa dan mau bekerja dengan baik dan apabila seseorang tak punya pengalaman, di Jerman akan diberikan pelatihan khusus.
"Indonesia banyak anak kuliah yang jago-jago punya wawasan luas, terbentur sama persyaratan yang tak masuk akal," ungkap Bunda Corla.
Persyaratan bekerja dengan ada minimal tinggi badan menurut Bunda Corla tak releven, kecuali hendak menjadi seorang model.
"Harus lihat tinggi badan apa ini? Apa ini? Nggak wajar, emang mau ngapain? Mau jadi model? Kan mau kerja jadi kasir, di PT CV, kerja di restoran, banyak perusahaan," lanjutnya.
Karena banyaknya persyaratan yang menurutnya ngawur dan memberatkan, Bunda Corla minta wamenaker hapus syarat yang tak masuk akal jika ingin majukan ekonomi Indonesia.
Artikel Terkait
Apa Arti Tagar 'Kabur Aja Dulu'? Disebut Akan Jadi Solusi Bagi Masyarakat Indonesia yang Ingin Penghidupan Lebih Baik
Sempat Trending Tagar Kabur Aja Dulu Oleh Anak Muda Buntut Warna-Warni Isu di Indonesia, Bahlil Lahadalia Beri Pesan Menohok, Netizen: yang Korupsi?
Tagar 'Kabur Aja Dulu' Viral di Medsos, Jejak Digital Prabowo Kembali Mencuat! Apa Hubungannya? Netizen: Diajarin Bapaknya
Beda Kelas dengan Bahlil, Anies Baswedan Tanggapi Soal 'Kabur Aja Dulu' yang Dikaitkan dengan Nasionalisme: Ini Seperti Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Mahfud MD Tanggapi Tagar Kabur Aja Dulu, Singgung Soal Lunturnya Rasa Cinta Tanah Air
Dikawatirkan Akan Menjadi Publik Distrust, Ini Pandangan Psikolog Imam Prasodjo Terkait Fenomena Tagar 'Kabur Aja Dulu'
Ramai Tagar 'Kabur Aja Dulu', WNI di Australia Jawab Soal Kebenaran Apakah Kehidupan di Luar Negeri Lebih Baik
Dugaan Agenda di Balik Tagar 'Kabur Aja Dulu', Pandji Sebut Ada yang Mendapatkan Keuntungan dari Jeleknya Nama Pemerintah