Kamis, 4 Juni 2026

Nyeleneh, Tanggapan Komeng soal Polemik Pagar Laut Misterius di Perairan Tangerang dan Bekasi Tuai Hujatan Netizen: Bercanda Ada Waktunya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 15 Januari 2025 | 08:30 WIB
Potret Alfiansyah Bustami alias Komeng, anggota DPD RI yang menuai kritik gegara tanggapan nyeleneh soal pagar laut di Tangerang dan Bekasi. (Instagram/dpdrijabar)
Potret Alfiansyah Bustami alias Komeng, anggota DPD RI yang menuai kritik gegara tanggapan nyeleneh soal pagar laut di Tangerang dan Bekasi. (Instagram/dpdrijabar)

"Bang Komeng, kalo bercanda ada waktunya. Harus bisa bedain mana isu yang pantas buat candaan mana yang nggak. Isu (pagar laut) ini kan sensitif dan berdampak di masyarakat," tulis akun X @Mdy_Asmara1701.

"Gak lucu bang. Jadi ilang respect, harus tau waktu kapan serius dan kapan becanda. Gak semua persoalan bisa di becandain," komentar akun @lhrs1157.

"Kerja anggota dewan sekarang cuma bisa ngelawak, bikin heran tapi mungkin itu bercandaan Komeng sifatnya sarkas nyindir pemasang pagar laut," imbuh akun @nugroho_anang.

Polemik seputar pagar laut misterius yang ditemukan di perairan pesisir utara Kabupaten Tangerang, Banten, kian memanas.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak pagar bambu dipasang membentang sepanjang lebih dari 30 kilometer di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, dan 8 kilometer di perairan Tangerang yang membuat geger dan belum diketahui siapa pelakunya.

Keberadaan pagar laut di dua wilayah pesisir Bekasi dan Tangerang menjadi topik yang ramai diperbincangkan netizen di media sosial. Isu ini masih menyimpan tanda tanya besar.

Banyak warga menduga bahwa pagar itu dipasang oleh pihak pengembang Pantai Indah Kosambi (PIK) 2. Namun, pengembang kawasan tersebut telah membantah keras tuduhan tersebut.

Di sisi lain, Jaringan Rakyat Pantura (JRP) Tangerang menyatakan bahwa struktur bambu tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Terlepas dari perdebatan tentang siapa yang bertanggung jawab, dampak dari pagar laut ini sangat dirasakan oleh nelayan. Banyak dari mereka kesulitan mengakses wilayah perairan tempat mereka biasa menangkap ikan.

Candaan Komeng yang dilontarkan dalam konteks ini dinilai sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap isu yang sedang dihadapi masyarakat.

Sebagai anggota DPD RI, publik mengharapkan pernyataan yang lebih serius dan solutif dari Komeng, mengingat masalah ini membawa dampak yang merugikan masyarakat dan berpengaruh terhadap kesejahteraan banyak pihak.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X