"Bukannya jijik, karena saya ini kan calon pelayan rakyat harusnya saya yang melayani masyarakat dan sebagai pejabat publik saya ini digaji oleh rakyat," imbuhnya.
Lucky Hakim juga mengingatkan bagi para pejabat publik untuk tidak menghilangkan tata krama atau sopan santun dan menegaskan posisi mereka sebagai pelayan rakyat, bukan sebaliknya.
"Pejabat yang gak mau melayani rakyat kan penjahat namanya karena gak mau melayani rakyat, padahal itu gaji dari rakyat semua yang bayarin," tandasnya.
Sementara itu, Gus Miftah yang menuai kontroversi setelah menghina penjual es teh meminta maaf kepada Bapak Sunhaji dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden.
Keputusan mengundurkan diri diambil setelah ramai muncul petisi dari masyarakat untuk mendesak Prabowo mencopot Gus MIftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden usai membuat kegaduhan gegara perkataannya yang tak pantas diucapkan di depan umum.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Mirisnya Masa Lalu Gus Miftah Terbongkar, Disebut Pernah Ngemis-Ngemis, Berotak Duit, dan Mulutnya Jorok
Prabowo Cari Pengganti Gus Miftah, Sosok Ini Jadi Kandidat Calon Utusan Khusus Presiden! Tak Kalah Sensasional?
Prilly Latuconsina Disamakan dengan Gus Miftah Efek Nyindir dan Berkata Kasar ke Keluarga Aliando Syarief
Pantas Gus Miftah Disebut Kualat, Yati Pesek Rupanya Bukan Orang Sembarangan, Miliki Gelar Bangsawan
Tanggapan Sarkas Sujiwo Tejo Atas Video Viral Gus Miftah Maulana yang Hina Pedagang Es Teh di Magelang