Kamis, 4 Juni 2026

Miris, Lucky Hakim Ikut Prihatin dengan Kebiasaan Gus Miftah yang Kerap Berkata Kasar saat Berdakwah: Sudah Jadi Bahasa Sehari-hari

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 9 Desember 2024 | 07:16 WIB
Potret Lucky Hakim ikut soroti Gus Miftah yang kerap berkata kasar saat dakwah. (Instagram/luckyhakimofficial/gusmiftah)
Potret Lucky Hakim ikut soroti Gus Miftah yang kerap berkata kasar saat dakwah. (Instagram/luckyhakimofficial/gusmiftah)

Aktor yang terjun ke dunia politik dan kini terpilih jadi Bupati Indramayu ini menyebut perkataan Gus Miftah saat mengejek pedagang kecil seperti sebuah kebiasaan dan tampaknya sudah menjadi bahasa sehari-hari ketika berdakwah.

"Lhah.. ini jadi bahasa sehari-hari??" komentar Lucky Hakim melalui akun Instagramya @luckyhakimofficial dikutip SketsaNusantara.id pada hari Minggu, 8 Desember 2024.

Baca Juga: Sebelum Dikenal Sebagai ‘Gus’ dan Diamanahi Utusan Khusus Presiden, Gus Miftah Maulana Pernah Ngemis Pekerjaan ke Sosok ini…

Baca Juga: Heboh Habib Jafar Mendadak Dinotice Partai Gerindra di Instagram, Bikin Netizen Curiga, Bakal Gantikan Gus Miftah Jadi Utusan Khusus Presiden?

Komentar Lucky Hakim yang ikut menyoroti perkataan kasar Gus Miftah pun menuai beragam reaksi dari netizen.

Banyak warganet yang menyebut perkataan Gus Miftah bak sudah jadi "template" yang sudah terbiasa diucapkan saat melontarkan guyonan ketika berdakwah.

Sebelumnya, Habib Zaidan Yahya juga sempat membela Gus Miftah lantaran kerap melontarkan guyonan bernada serupa ke beberapa tempat, dan mempertanyakan kenapa baru viral sekarang ini.

"Gus Miftah ini memang sudah biasa guyonannya begitu, aneh baru viral sekarang. Kalaupun berkata kasar itu beliau spontan saja gak bermaksud menghina, toh ya Gus Miftah itu sering borong dagangan orang di acara pengajian," kata Habib Zaidan dalam video yang diunggah akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall.

Meski demikian, perkataan Gus Miftah ini tidak bisa dinormalisasikan dan dianggap kebiasaan buruk karena merendahkan martabat orang lain.

"Jadi bener ya, emang udah template sering nggobl*k-gobl*kin pejual es teh, bercandanya udah jadi template, kelakuannya bagi orang-orang sekelilingnya dibilang "guyonan" "udah biasa" ya emang betul kelakuannya gitu tiap kali pengajian," komentar akun @ts_dinda.

"Miris, padahal dulu katanya berjuang dari jalanan tapi pas udah jadi orang besar, dapat jabatan bisa seenaknya sama wong cilik. Memang gak pantas jadi panutan," komentar akun @varazz_.

Bukan tanpa alasan, Lucky Hakim tak kuasa melihat rakyat kecil seperti penjual es teh dihina Gus Miftah yang kala itu menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden.

Dalam podcast bersama Bintang Emon, Lucky Hakim sendiri pernah menyatakan perasaannya yang tak ingin dianggap lebih tinggi derajatnya atau mendapat perlakuan berlebihan dari masyarakat.

Mantan Wakil Bupati Indramayu ini bahkan enggan tangannya dicium saat berada di tengah masyarakat apalagi oleh orang yang lebih tua.

"Saya itu pernah diminta salaman dan tangan saya ini mau dicium, tapi saya gak mau, apalagi sama orang yang lebih tua," kata Lucky Hakim dalam video yang diunggah di kanal YouTube Bintang Emon pada bulan Oktober 2024 lalu.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X