"Terima kasih untuk teman-teman semuanya yang sudah mengingatkan kami. Ke depannya kami akan lebih berhati-hati dalam bersosial media dan memilah konten yang benar," tulisnya.
"Dari lubuk hati kami sekali lagi memohon maaf. Matursuwun nggih, ngapunten sing katah. Denny & Bella," tutupnya.
Belakangan ini, tren konten yang menirukan gerakan atau kondisi fisik penyandang disabilitas sempat viral di berbagai platform media sosial dan menuai kritik dari publik.
Banyak kreator konten maupun influencer dianggap menjadikan keterbatasan fisik seseorang sebagai bahan hiburan demi meraih perhatian dan jumlah penonton yang lebih besar.
Konten meniru kondisi fisik penyandang disabilitas termasuk dalam ableisme, atau tindakan mengolok-olok sebagai bentuk prasangka dan diskriminasi yang menganggap orang tanpa disabilitas sebagai standar normal.
Publik menyayangkan banyaknya konten kreator bahkan influencer ternama yang ikut meniru atau menjadikan kondisi penyandang disabilitas sebagai bahan candaan, padahal tindakan tersebut dinilai tidak etis dan berpotensi merendahkan martabat kelompok difabel.
Sejumlah pegiat isu disabilitas pun mengingatkan bahwa ruang digital seharusnya menjadi tempat yang inklusif dan menghormati keberagaman kondisi setiap individu, bukan justru menjadikannya objek hiburan ataupun bahan lelucon.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Profil Guyon Waton, Grup Band Kulon Progo yang Sering Nyanyikan Lagu Denny Caknan hingga Didi Kempot, Berapa Anggotanya?
From Ngawi to Barcelona! Ternyata Ini Penyebab Nama Denny Caknan Muncul di Billboard Liga Spanyol
Nama Denny Caknan Mendadak Muncul saat Laga Barcelona vs Espanyol, Ternyata Segini Perkiraan Biaya Pasang Iklan di Laga Sepak Bola Internasional
Perjuangan Berbuah Manis, Zidan Disabilitas Viral yang Diinterview Pramono Anung Resmi Diterima Kerja di PT Transjakarta
Denny Caknan Jalani Ibadah Umrah di Awal Tahun 2026, Langsung Cukur Pelontos
Kisah Inspiratif Pemulung Disabilitas dari Bekasi: Kumpulkan Uang dari Jual Kardus Bekas hingga Jadi Marbot Masjid untuk Bisa Beli Kambing Qurban