"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu 'mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja' yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut," tulisnya, dikutip SketsaNusantara.id dari pernyataan tertulis yang diunggah di akun @shindy_mcwedding pada hari Selasa, 13 Mei 2026.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak, khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping/pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini,” sambungnya.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas di ruang publik,” ucap Shindy.
Permintaan maaf Shindy pun menuai beragam respons di media sosial. Bersamaan dengan itu, banyak netizen mulai mengulik latar belakang dan profesi asli sang MC.
Diketahui, Shindy Luthfiana merupakan seorang pembawa acara profesional atau Master of Ceremony (MC) yang aktif memandu berbagai kegiatan formal maupun acara hiburan.
Namanya dikenal cukup aktif membawakan acara institusi, kegiatan pemerintahan, hingga event resmi. Salah satunya menjadi MC dalam rangkaian kegiatan LCC Empat Pilar MPR RI tahun 2026.
Selain itu, Shindy juga diketahui membuka jasa MC untuk acara pernikahan. Hal tersebut terlihat dari akun Instagram pribadinya yang memperkenalkan personal branding sebagai seorang MC Wedding.
Menilik jejak digital dalam unggahan di Instagramnya, Shindy kerap membagikan momen saat memandu acara pernikahan dan bekerja sama dengan beberapa Event Organizer (EO).
Tak hanya itu, Shindy juga pernah tampil sebagai host dalam program media digital maupun televisi. Salah satunya, menjadi pembawa acara di kanal El John Media dalam program bertema religi.
Secara akademik, Shindy diketahui memiliki gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (SIKom), yang berkaitan dengan bidang komunikasi publik dan public speaking.
Karirnya selama ini memang dikenal cukup baik. Namun sayangnya, kata Shindy dalam lomba cerdas cermat kini berpengaruh pada citra baik sebagai seorang MC profesional.
Buntut dari polemik penilaian dalam LCC Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat, Sekretariat Jenderal MPR RI telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dewan juri serta MC yang bertugas dalam kegiatan tersebut.
Keputusan itu diumumkan langsung melalui pernyataan resmi MPR RI sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan lomba.
Publik berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran penting agar kompetisi akademik ke depannya dapat berjalan lebih objektif, transparan, dan suportif dengan menjunjung tinggi integritas dan tetap menghargai suara peserta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari S ketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kronologi Final LCC 4 Pilar MPR Kalimantan Barat yang Berbuntut Kontroversi, Respons Juri hingga MC Jadi Sorotan
Siapa Juri LCC 4 Pilar MPR Kalbar yang Diduga Tidak Fair? Profil Dyastasita WB, Pejabat MPR yang Mendadak Disorot Netizen
Indri Wahyuni Lulusan Mana? Pejabat MPR RI Ramai Dijuluki 'Duta Artikulasi' di Tengah Polemik Lomba Cerdas Cermat, Riwayat Pendidikannya Jadi Sorotan
Viral Dugaan Kecurangan LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar, Sindiran Fiersa Besari Jadi Sorotan Warganet
Nasib Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Diperlakukan Tak Adil oleh Juri di Lomba Cerdas Cermat, Akhirnya Dapat Tawaran Beasiswa ke China!