SketsaNusantara.id - Nasib baik kini menghampiri Josepha Alexandra. Meski gagal membawa pulang gelar juara dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026, siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang akrab disapa Ocha itu justru mendapat tawaran beasiswa kuliah gratis ke China.
Tawaran tersebut datang dari Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda. Melalui akun Instagramnya, politisi dari Partai NasDem yang akrab dipanggil Bang Rifqi itu membagikan momen saat dirinya menghubungi Ocha untuk menyampaikan kabar tersebut secara langsung.
Dalam unggahannya, Rifqi juga turut menyampaikan permohonan maaf kepada Josepha terkait plemik penilaian juri dalam lomba cerdas cermat yang belakangan ini ramai jadi sorotan publik.
Tak tanggung-tanggung, Rifqi tak hanya menawarkan beasiswa kuliah gratis di China, tetapi juga pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikannya.
"Saya sudah menelpon Josepha Alexandra, Siswi SMA Negeri 1 Pontianak, almamater saya, yang ikut Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @bang.rifqi.mrk pada hari Selasa, 12 Mei 2026.
"Saya sampaikan permohonan maaf kepada Josepha atas nama Anggota MPR RI. Sebagai bentuk apresiasi, Saya juga menawarkan kepada Josepha beasiswa S1 ke Tiongkok dan mendapatkan ikatan kerja setelah selesai kuliah di sana," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, Josepha Alexandra merupakan salah satu peserta dalam babak final lomba cerdas cermat tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang belakangan ini viral karena mendapat perlakuan tak adil dari juri.
Kejadian ini bermula ketika Tim C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan skor setelah juri menilai jawaban yang disampaikan Josepha kurang lengkap.
Namun, tim B dari SMAN 1 Sambas justru mendapat nilai penuh, padahal jawaban yang diberikan sama persis untuk pertanyaan yang sama.
Situasi tersebut kemudian menuai protes, Josepha pun meminta dewan juri untuk meninjau ulang keputusan tersebut dari sudut pandang audiens maupun peserta lain yang mendengar jawabannya.
Namun, dewan juri tetap mempertahankan keputusan dengan alasan jawaban peserta tidak terdengar jelas. Bahkan, peserta sempat diingatkan untuk memperhatikan artikulasi saat menjawab pertanyaan.