Sabtu, 1 Agustus 2026

Aming Dipuji Jadi Villain Paling Mengerikan di Ghost in the Cell, Joko Anwar Bongkar Kisah Tragis Tokek yang Menyayat Hati: Dia Tak Terlahir Jahat

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB
Potret Aming sebagai Tokek yang menuai pujian dari penonton berkat aktingnya dalam film Ghost in the Cell  (Instagram/amingisback)
Potret Aming sebagai Tokek yang menuai pujian dari penonton berkat aktingnya dalam film Ghost in the Cell (Instagram/amingisback)

Dalam video tersebut diceritakan bahwa karakter Tokek lahir di Surabaya dari latar keluarga yang penuh kekerasan. Ibunya mengalami perlakuan tidak manusiawi hingga akhirnya membunuh suaminya di usianya yang masih sangat muda hingga berujung pada hukuman penjara.

"Aming berperan sebagai Tokek, dia lahir di Surabaya, 18 Agustus 1986, (usia) 39 tahun. Ibunya diperlakukan semena-mena oleh suaminya hingga akhirnya membunuh suaminya sendiri ketika masih berusia 17 tahun dan dihukum 12 tahun penjara," begitulah narasi karakter Tokek di video unggahan Joko Anwar.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik 'Ghost in the Cell' Garapan Joko Anwar, Film Horor Komedi Bertabur Bintang yang Relevan dengan Kondisi Sosial Indonesia, Kapan Tayang?

Lebih tragis lagi, Tokek lahir di dalam penjara setelah ibunya menjadi korban kekerasan seksual oleh sipir. Sejak kecil, hidup Tokek sudah dipenuhi luka.

"Ibunya Tokek hamil saat mendekam di penjara selama 9 tahun setelah dip****sa oleh seorang sipir penjara. Tokek pun lahir di penjara," tuturnya.

"Ketika Tokek berusia 8 tahun, ibunya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya lumpuh sehingga tak bisa mencari nafkah. Ia kemudian diserahkan pada para lelaki dan perempuan," lanjutnya.

Dalam kondisi terdesak, Tokek kecil kemudian hidup dalam lingkungan yang penuh kekerasan dan nilai kehidupan yang kacau.
Kepedihan itu membentuknya menjadi sosok yang 'gelap'.

Baca Juga: Apa itu Trypophobia yang Dikaitkan dengan Film Ghost in the Cell? Karya Terbaru Joko Anwar Bikin Merinding, Ternyata Ada Makna Mendalam di Baliknya

Sejak kecil, Tokek mulai melampiaskan trauma dengan caranya sendiri sebagai sinyal awal dari luka dalam batinnya yang tak pernah sembuh.

"Tokek besar dengan nilai hidup yang carut marut. Kepedihan hidup membuatnya mencari pelarian, dengan cara menyakiti hewan sejak ia berusia 9 tahun," ujar Joko Anwar dalam unggahannya.

"Tokek tidak terlahir jahat. Dia adalah produk dari sistem yang lebih dulu mengkhianatinya, sebelum ia sempat memilih siapa dirinya," pungkasnya.

Baca Juga: Raih 12 Nominasi di FFI 2025, Joko Anwar Apresiasi Kru dan Pemain Film Pengepungan di Bukit Duri, Omara Esteghlal: Abang Love You

Pengungkapan tersebut langsung memicu reaksi emosional dari penonton. Banyak yang awalnya membenci Tokek, kini justru merasa iba setelah mengetahui latar belakangnya yang begitu menyedihkan.

Unggahan Joko Anwar menuai beragam reaksi dari warganet, termasuk dari sejumlah aktor dan publik figur. Penyanyi sekaligus aktris Widi Mulia mengaku "sakit hati" mendengar cerita di balik karakter Tokek yang sebenarnya "rapuh" dari dalam.

Di sisi lain, pujian terhadap akting Aming Sugandhi semakin deras mengalir. Banyak yang menilai perannya sebagai Tokek layak diganjar penghargaan bergengsi seperti Piala Citra.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @jokoanwar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X