SketsaNusantara.id - Film horor "Aku Harus Mati" (AHM) ramai dibicarakan publik lantaran strategi promosi atau iklan yang menuai kritik.
Baliho bertuliskan "Aku Harus Mati" dengan background menyeramkan yang dipasang di ruang publik dianggap mengganggu dan terlalu provokatif, bahkan dinilai bisa menjadi trigger bagi sebagian orang yang sedang berada dalam kondisi mental rentan.
"Bayangin lo lagi capek, burnout, banyak masalah, habis pulang kantor tiba-tiba naik ojol lihat tulisan billboard 'aku harus mati', please kondisi psikologi tiap orang beda-beda dan kepikiran nggak sih, tulisan kaya gitu aja bisa memicu tindakan berbahaya," komentar warganet di X (dulu Twitter).
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menilai pemasangan baliho tersebut tidak pantas dilihat anak-anak dan bisa berdampak pada kondisi psikologis masyarakat, baik anak maupun orang dewasa.
Padahal film tersebut mengangkat kisah horor psikologis yang justru ingin menyampaikan pesan moral tentang bahaya jeratan pinjaman online (pinjol) akibat gaya hidup hedon.
Namun, cara penyampaiannya di ruang publik dinilai kurang sensitif. Publik juga menilai pemilihan judul bisa menimbulkan kecemasan, rasa tidak nyaman dan berdampak pada kondisi psikologi orang lain.
AHM menambah deretan panjang film Indonesia yang menuai kontroversi. Sebelumnya, ada banyak film yang mendapat sorotan tajam lantaran judul yang dinilai provokatif atau konten promosi yang dianggap sensitif.
Dilansir SketsaNusantara.id dari berbagai sumber, berikut deretan film Indonesia yang pernah menuai kontroversi bahkan ada yang sampai diboikot hingga dilarang tayang oleh Lembaga Sensor Film (LSF).
1. Kiblat (2024)
Film horor bertajuk "Kiblat" yang tayang 2024 lalu menuai kontroversi lantaran menampilkan poster adegan sholat yang dianggap tidak wajar.
Banyak yang mengecam film garapan Leo Pictures ini yang dinilai mengeksploitasi simbol ibadah Islam untuk mengangkat kisah horor menyeramkan gdemi meraup keuntungan.
MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan berbagai tokoh agama bahkan meminta film ini tidak ditayangkan karena dianggap mengolok-olok ibadah salat.
Artikel Terkait
Kontennya Soal TKI Indonesia dan PSHT Disebut Provokatif, Neo Japan Tanggapi Kritik dengan Tegas
5 Fakta Mengejutkan 'Merah Putih: One for All', Film Animasi Karya Anak Bangsa Tuai Kritik: Dibuat dalam Waktu Singkat, Budget Cuma 1 Juta?
Bukan Merah Putih One for All, Produksi Film Negara Garap Film Animasi Canggih Berteknologi XR dengan Karakter Unik
Pro Kontra Budget Produksi Film Animasi 'Merah Putih One For All', Hanung Bramantyo: Nggak Cukup, Men!
Sederet Kontroversi Nasaruddin Umar, Menag Ramai Dikritik karena Tak Setuju dengan Gerakan Boikot Produk AS-Israel di Tengah Konflik Timur Temgah
Profil Usmar Ismail, Sosok di Balik Hari Film Nasional, Pernah Ditangkap Belanda hingga Diberi Gelar Pahlawan Nasional