Selama masa kuliah, Tasya lulus tepat waktu dengan IPK 3,75. Ia juga pernah aktif dalam organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB, Sustainable Development Solutions Network – Youth, mewakili pemuda Indonesia dan kerap menghadiri forum di New York sebagai delegasi Indonesia maupun moderator.
Saat menjalani masa studi, Tasya juga sudah berkontribusi untuk Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Tasya juga tercatat pernah magang di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna memperdalam pemahaman terkait kebijakan energi baru dan terbarukan di Indonesia.
Artis kelahiran tahun 1992 itu juga pernah menjadi bendahara organisasi Mahasiswa Asia Tenggara sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia ke komunitas kampus.
Baca Juga: Belajar dari Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Inilah Hak dan Kewajiban Penerima Beasiswa LPDP
Dalam unggahannya, Tasya kembali menjelaskan bahwa LPDP tidak secara eksplisit mendefinisikan bentuk kontribusi untuk Indonesia selama masa bakti. Menurutnya, para awardee dipercaya memiliki cara dan kapasitas masing-masing untuk berkontribusi.
Salah satu komitmen utamanya adalah kembali ke Indonesia setelah lulus dan menetap selama masa bakti 2n+1 pada periode 2018–2023.
Sebagai publik figur, Tasya berupaya menjadi jembatan antara pembuat kebijakan dan masyarakat. Ia tetap aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan ikut terlibat dalam berbagai program edukasi, menjadi host podcast lingkungan, hingga dipercaya sebagai Dewan Pertimbangan Kalpataru 2022.
Tasya juga bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga seperti KLHK, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Pendidikan, Bappenas, hingga KPK, untuk kegiatan sosialisasi dan edukasi publik.
Tasya ikut mengembangkan yayasan Green Movement Indonesia yang berfokus pada gerakan keberlanjutan. Programnya meliputi edukasi pilah sampah dan kompos dari rumah, pembentukan komunitas dengan lebih dari 500 relawan, hingga program carbon offset, reboisasi, dan penanaman mangrove.
Selain itu, Tasya juga aktif memberdayakan pemuda melalui lebih dari 100 talkshow, seminar, dan workshop di berbagai daerah yang menjangkau sedikitnya 50 universitas serta lebih dari 10.000 anak muda.
Melalui media sosial, Tasya juga kerap membagikan motivasi pendidikan dan tips memperoleh beasiswa LPDP, dengan salah satu videonya ditonton lebih dari satu juta kali di YouTube.
Tasya pun sempat menjadi pengajar di platform pendidikan online untuk mata pelajaran geografi, lingkungan, dan bahasa Inggris tingkat SMA.
Artikel Terkait
Agak Laen, Anak Tasya Kamila Ternyata Suka Koleksi Kipas daripada Mainan, Arrasya Kepikiran Bikin Project Ini Bareng Sang Ayah di Masa Depan
Bocah 5 Tahun Hobi Bongkar Pasang Kipas Angin! Arrasya Punya Jawaban Gemes Saat Dinasehati Tasya Kamila
Unik, Putri Tasya Kamila Ternyata Doyan Minum Jamu hingga Kuat Makan Pedas Saat Usianya 2 Tahun, Bikin Khawatir Netizen: Emang Boleh?
Rela Resign demi Keluarga, Intip Karier Mentereng Suami Tasya Kamila Randi Bachtiar saat Masih Bekerja di Amerika Serikat
Momen Unik Purbaya Ikutan Live TikTok Bareng Anak saat Sahur, Sindiran Halus Menkeu Tanggapi Polemik Alumni LPDP yang Viral di Medsos Jadi Sorotan
Tegas! Menkeu Purbaya Bakal Blacklist hingga Minta Seluruh Dana Beasiswa Dikembalikan, Buntut Polemik Alumni LPDP Viral yang Dinilai Menghina Negara