Kamis, 4 Juni 2026

Trending di X! Warganet Asia Tenggara Mendadak Kompak Saling Bela Gegara Komentar Rasis dari Netizen Korea Selatan, Ternyata Begini Awal Mulanya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 13 Februari 2026 | 09:00 WIB
Meme ilustrasi warganet ASEAN termasuk Indonesia mendadak 'ribut' dengan netizen Korea Selatan karena perdebatan yang sampai menyerempet ke isu rasisme (Instagram/viral.sekalii)
Meme ilustrasi warganet ASEAN termasuk Indonesia mendadak 'ribut' dengan netizen Korea Selatan karena perdebatan yang sampai menyerempet ke isu rasisme (Instagram/viral.sekalii)

Bahkan ada beberapa netizen dari negara Asia lainnnya seperti Turki, China, Arab hingga dari Brazil (Amerika Selatan), ikut berkomentar membela warganet ASEAN karena komentar Knetz yang dianggap merendahkan Asia Tenggara.

Sejumlah cuitan jenaka dari netizen Indonesia juga ikut mencuri perhatian dan disebut sebagai "tweet legend" oleh pengguna lain, membuat konflik yang panas terasa sedikit lebih ringan dengan balutan humor khas warganet Asia Tenggara.

Baca Juga: Konser Grup KPOP Day6 di Jakarta Berjalan Kacau! Penonton Ramai-Ramai Menghujat Promotor

Namun, 'keributan' ini dipandang sebagai hiburan di media sosial dan tak dianggap serius mengingat hal ini terkadang sering terjadi antar fanbase (para penggemar) di dunia K-Pop.

Meski terlihat seperti hiburan di media sosial, konflik ini juga menjadi pengingat tentang cepatnya sebuah isu berkembang di era digital.

Perdebatan kecil bisa berubah menjadi konflik regional hanya dalam hitungan jam, terutama jika melibatkan fandom K-Pop yang besar dan aktif.

Baca Juga: Ada Zayyan XODIAC hingga Ayana Moon, 5 Idol K-pop dan Influencer Ini Ikut Rayakan Lebaran di Korea Selatan, Begini Keseruannya

Namun di sisi lain, fenomena SEAblings juga memperlihatkan bagaimana solidaritas lintas negara bisa terbentuk secara spontan ketika satu komunitas dalam satu wilayah Asia merasa diserang.

Hingga kini, topik tersebut masih ramai dibahas di X, dengan berbagai sudut pandang.

Berawal dari kritik terhadap etika konser, yang meluas ke isu rasisme hingga perdebatan soal bahasa, kejadian ini menjadi refleksi mengenai hubungan antarwarganet di Asia yang ternyata kompak saling membela satu sama lain.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X