SketsaNusantara.id - Artis sekaligus aktivis lingkungan, Chiki Fawzi mendadak diserang buzzer saat menyuarakan kondisi di Sumatera yang lumpuh akibat bencana banjir dan tanah longsor.
Melalui akun Instagram pribadinya, putri dari pasangan artis Marissa Haque dan Ikang Fawzi itu menanggapi perkataan Menteri Lingkungan Hidup (LH) yang menyebut keberadaan gelondongan kayu hanya segelintir.
Dalam unggahannya, Chiki Fawzi mengabarkan kondisi di Aceh Tamiang dan Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). Ia menyindir perkataan Menteri Hanif Faisol Nurofiq yang menyebut gelondongan kayu di Sumatera tidak terlalu banyak.
Padahal kenyataannya, ada ribuan gelondongan kayu yang terbawa arus banjir, memperparah dampak bencana hidrometerologi yang merusak ratusan ribu warga hingga menutup akses jalan di berbagai wilayah.
"Kata Menteri Lingkungan Hidup kayu di Sumatera nggak banyak? Mohon maaf, Bapak lihat sendiri ini. Bantuin warga dong bersihin kayunya, energi kita juga sudah menipis," ujar Chiki dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @chikifawzi pada hari Rabu, 17 Desember 2025.
Sebagaimana diketahui, Chiki Fawzi ikut turun langsung jadi relawan yang membantu proses penyaluran bantuan ke Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat.
Bersama relawan lainnya, ia tak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membantu pembersihan lingkungan dan pendampingan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana.
Dalam video unggahannya, tampak kondisi Aceh Tamiang yang dikepung gelondongan kayu. Chiki mendesak pemerintah gerak cepat ikut turun tangan segera membersihkan material tersebut di tengah jalan berlumpur agar proses pemulihan pasca bencana berjalan lebih cepat.
Ia juga menekankan bahwa gelondongan kayu itu bisa menjadi ancaman serius karena menghambat akses bantuan dan berpotensi memicu wabah penyakit baru.
"Dear Pemerintah... masyarakat di tempat kebencanaan udah makin drop. Penyakit makin macam-macam. Kayu-kayu gelondongan tak kurun dibersihkan," tuturnya.
"Kaki-kaki adik-adik manis disana makin luka-luka dan jamur tumbuh di kulitnya. Kehidupan masih jauuh dari recovery (pemulihan)," imbuhnya.
Menurutnya, gelondongan kayu tersebut menutup akses menuju Aceh Tamiang dan beberapa wilayah terisolir karena jembatan putus, sehingga menghambat proses penyaluran bantuan, dan banyak warga terdampak bencana berada dalam kesulitan untuk bertahan hidup.
Artikel Terkait
Sentil Buzzer Presiden, Baskara Putra Sebut Saran Prabowo Soal Penambahan Kelapa Sawit Ngawur, Hindia: Dicebokin Seperti Apa?
Beda Pendapat dengan Kemenhut, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu Tegaskan Ribuan Kayu Gelondongan yang Tersapu Banjir Hasil Illegal Logging
Tuai Kontroversi, Inilah Profil Mukhlis Takabeya yang Sebut Lahan Terdampak Banjir di Aceh Cocok Ditanam Sawit, Kekayaan Bupati Bireuen Jadi Sorotan
Viral Konvoi Truk Sawit di Tengah Pemulihan Banjir Aceh: Desakan Cabut Izin Usaha dan Temuan WALHI soal Kerusakan Hutan Menguat
Alih Fungsi Hutan ke Sawit, Aceh Tamiang Alami Dampak Banjir Paling Parah